Sumedang

Original Rekor Indonesia (ORI) Nobatkan H. Eka Setiawan Sebagai Pemerhati Seni Budaya

Sumedang Media – Original Rekor Indonesia (ORI) menobatkan Bupati Sumedang, Ir. H. Eka Setiawan, Dipl., SE., MM sebagai Bapak Pemerhati Seni dan Budaya. Penobatan itu disampaikan Ketua ORI Agung Elviano pada Prosesi Pengarakan Benda Pusaka Musium Geusan Ulun bertempat di Halaman Gedung Srimanganti Sumedang, Selasa (21/11).

Selain menobatkan Bupati Sumedang sebagai Bapak Pemerhati Seni Budaya, ORI juga memberikan Piagam Penghargaan Rekor Dunia Indonesia Nomor 3545.4 /ORI / November/ 2017 kepada Ir. H. Eka Setiawan, Dipl., SE., MM atas prestasi Pendukung Haul Akbar Pangeran Soegih yang ke 135.

 

Selain Bupati Eka Setiawan sebagai penerima Piagam Penghargaan, ORI juga memberikan kepada 4 orang diantaranya, Rd. Moh. Zaitun Kartadikusumah atas prestasi sebagai penyelenggara, Rd. Luky Djohari Soemawilaga atas prestasi sebagai Kreator, Rd. Ikik Lukman Soemadisoeria atas prestasi sebagai Penggagas, serta Ust. Fuad Ginan Burhanudin atas prestasi sebagai Pendukung dalam Helaran Haul Akbar Pangeran Soegih ke 135.

Menurut Agung, dalam buku ORI sebuah catatan sejarah untuk Indonesian khususnya Kabupaten Sumedang, yaitu memberikan ceramah terbanyak dalam satu moment Haul Akbar Pangeran Soegih yang ke 135, sebanyak 42 penyeramah/tausyiah di hadiri 20.054 jemaah dan merupakan Haul terlama pelaksanaannya selama 9 hari 9 malam dengan memadukan unsur seni budaya, adat tradisi, dan tabligh akbar 16 sampai dengan 24 September 2017.

“Untuk itu ORI tidak menerbitkan rekor Indonesia, karena ternyata di dunia hal itu belum pernah terjadi,maka dari itu ORI menerbitkan Rekor Dunia Indonesia” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Eka dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara Pengarakan Benda Pusaka, dan berharap Sumedang semakin maju serta pembangunannya berjalan dengan lancar.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan terimakasih kepada para nonoman Pangeran Sumedang yang hari ini menyelenggarakan acara Maulid Nabi 1439 Hijriah yang dikaitkan dengan tradisi Sumedang, mudah-mudahan ini menjadi tradisi yang bisa berlanjut seterusnya, serta hal ini juga harus diketahui oleh generasi muda Sumedang bahwa Sumedang mempunyai tradisi yang luar biasa” ungkapnya.

 

 

Warta Terbaru

To Top