Bola

Satu Kemenangan Lagi Sempurnakan Karier Deschamps

Sumedang Media, Moskow – Final Piala Dunia 2018 menjadi kesempatan terbaik Didier Deschamps menorehkan tinta emas bersama negaranya. Ia berpeluang memperpanjang catatan pribadinya di gelaran empat tahunan itu.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih timnas Prancis pada 2014 menggantikan Raymond Domenech, Deschamps mampu membawa Les Bleus melaju sampai semifinal Piala Dunia 2014 Brasil. Langkah mereka terhenti setelah dikalahkan Jerman 0-1 yang di akhir gelaran keluar sebagai juara.

Dua tahun berselang, tangan dingin Deschamps mengantarkan Prancis ke final Piala Eropa 2016 yang digelar di tanah airnya. Sebelumnya, mereka berhasil balas dendam dengan mengalahkan Tim Panser 2-0 di semifinal. Namun, Les Blues harus puas sebagai runner-up setelah dibungkam Portugal 0-1 di final.

Kini, di Piala Dunia 2018, juru taktik 49 tahun itu kembali membawa Prancis ke final keduanya. Lawan yang akan dihadapi ialah Kroasia, negara yang pernah dihadapi Deschamps saat masih jadi pemain di Piala Dunia 1998.

Saat itu, Deschamps dan kawan-kawan mampu meghentikan kejutan Kroasia di babak semifinal dengan skor akhir 2-1. Melaju ke final, Prancis menyempurnakannya dengan mengalahkan Brasil 3-0 untuk menjuarai Piala Dunia pertama mereka sepanjang sejarah.

Laga yang akan berlangsung di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB, akan jadi pertemuan kedua Deschamps dengan Kroasia, bedanya sekarang ia berperan sebagai pelatih.

Kembali tampil di final Piala Dunia, membawa Deschamps mendekati catatan pribadi yang hanya segelintir orang bisa mengukirnya dalam sejarah panjang Piala Dunia. Ya, Deschamps hanya perlu satu kemenangan lagi untuk menyamai kesempurnaan Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer yang bisa meraih trofi Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.

Mario Zagallo pernah dua kali mengantarkan Brasil kampiun Piala Dunia di tahun 1958 dan 1962. Ia melengkapinya dengan torehan juara dunia 1970 sebagai pelatih.

Sedangkan Der Kaiser, julukan Beckenbauer, menjuarai Piala Dunia sebagai pemain di tahun 1974. Ia sempat gagal di Piala Dunia 1986 Meksiko, namun menebusnya di gelaran 1990 sebagai pelatih.

"Ya, kami mencapai final lainnya dan kami akan memainkan pertandingan ini untuk menang, karena kami masih belum bisa melupakan (gagal) di Piala Eropa," kata juru taktik yang pernah menangani Olympique Marseille.

Sumber: FIFA

Inilah

Warta Terbaru

To Top