Bola

Sepatu Bola Salah Jadi Koleksi Baru British Museum

Sumedang Media, London – Mohamed Salah menjadi pembicaraan ramai publik Inggris berkat penampilan impresifnya bersama Liverpool di musim 2017-18. Untuk menghormati pencapaian Salah, British Museum menjadikan sepatu bola Salah koleksi terbaru mereka.

Tak banyak yang menyangka keputusan Liverpool merekrut Salah dari AS Roma seharga 42 juta Euro di awal musim 2017-18 berbuah manis. Penyerang 25 tahun itu langsung menjelma jadi mesin gol The Reds di musim perdananya.

Dengan torehan 32 gol dari 36 penampilan di Liga Premier Inggris, Salah menyabet gelar topskorer mengalahkan penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Tak sampai disitu, ia mengukir rekor baru sebagai pemain Mesir pertama yang bisa meraih gelar Pemain Terbaik Inggris versi PFA dan FWA.

Jika ditotal keseluruhan, Salah sudah mengemas 44 gol dari 51 laga di semua kompetisi. Ia hanya kalah dari Lionel Messi (45 gol) dalam persaingan topskorer Eropa.

Kegemilangan Salah membawa Liverpool finis di empat besar Liga Premier Inggris dan final Liga Champions Eropa. Penyerang timnas Mesir itu juga berpeluang memberikan trofi Eropa perdana bagi The Reds dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.

Atas semua pencapaiannya tersebut, British Museum berinisiatif memberikan penghormatan kepada Salah dengan memajang sepatu bolanya sebagai salah satu memorabilia di ruang pamer museum di kota London tersebut.

"Kami membuat sebuah terobosan baru yang menarik," demikian tulisan di akun British Museum di lini masa Twitter.

"Untuk merayakan keberhasilan Mohamed Salah menjadi topskorer di Liga Premier Inggris musim ini, kami akan memamerkan sepatu bolanya bersama koleksi Mesir kuno lainnya sampai final Liga Champions Eropa," lanjut isi tulisan.

Neal Spencer, orang yang bertanggung jawab atas ruang pamer di British Museum, mengatakan sepatu bola Salah dipilih karena dianggap mewakili simbol peradaban modern Mesir.

"Sepatu bola itu menceritakan ikon orang Mesir modern (Salah), bermain di Inggris Raya dengan memberikan imbas secara global dan juga membangun proyek terbaru kami yang membutuhkan benda yang bisa menceritakan kehidupan Mesir di abad 20 dan 21," ia menjelaskan.

Sumber: Marca

Inilah

Warta Terbaru

To Top