Bola

Soal Logo PSMS, KPSN Dukung PT Pesemes Medan

Soal Logo PSMS, KPSN Dukung PT Pesemes Medan

Sumedang Media, Jakarta – Soal perseteruan logo PSMS, Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) mendukung PT Pesemes Medan. Perseteruan logo PSMS masih berlanjut dengan PT Kinantan Indonesia.

Perselisihan semakin memanas setelah PT Pesemes Medan dengan PT Kinantan Indonesia yang juga didukung oleh sang pemilik saham yakni, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, melakukan aksi saling lapor dan saling gugat.

Dalam memperjuangkan kepimilikan logo atau merek klub PSMS Medan, kali ini PT Pesemes Medan mendapat dukungan moril dari KPSN, karena tujuannya sama yakni ingin membawa perubahan di sepakbola nasional dan mereka ingin berjuang bersama-sama.

"Saya akan total membantu PT Pesemes terkait kasus logo atau merek klub PSMS Medan," ujar ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono.

"Saya akan terus mengawal PT Pesemes hingga kasus ini sampai ke Bareskrim. Niat saya tulus untuk membantu sampai kasus ini tuntas. Karena tujuan saya dan PT Pesemes sama, ingin memajukan sepak bola Indonesia dan membawa perubahan di sepakbola nasional," tambahnya.

Aksi PT Pesemes Medan melaporkan PT Kinantan Indonesia ke Direktorat Penyidikan Kemenkumham di Jakarta pada April lalu dengan tuduhan penyalahgunaan logo atau merk PSMS Medan, langsung dibalas oleh PT Kinantan Indonesia dengan mengajukan gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merek atas nama PT Pesemes Medan melalui Pengadilan Niaga Kota Medan pada Juni lalu.

Persidangan di Pengadilan Niaga Medan telah bergulir sejak 21 Agustus 2018 lalu. Dan saat ini sidang telah memasuki agenda keterangan para saksi dari kedua pihak.

PT Pesemes Medan memang lebih dulu melaporkan PT Kinantan Indonesia ke Direktorat Penyidikan Kemenkumham atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan logo atau merek PSMS Medan. Namun dalam ketentuan hukum di Indonesia jika ada kasus perdata dalam acara pidana maka yang lebih dulu harus diselesaikan ialah kasus perdatanya.

Sebelum masuk ke hukum pidana, Pengadilan Niaga Medan harus lebih dulu menyelesaikan kasus perdata gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merek kepada PT Pesemes Medan yang dilayangkan PT Kinantan Indonesia.

"PT Kinantan Indonesia mendapat giliran lebih dulu. Ada empat orang dari mereka yang telah memberikan kesaksian dalam persidangan yaitu Nobon, Tumsila, Julius Raja, dan Suryanto Herman," ujar Presiden Komisaris PT Pesemes Medan, Syukri Wardi.

"Dari kami baru dua orang yang sudah memberikan kesaksian yaitu Edy Sofyan dan Muliadi. Karena waktunya sudah mepet jumlah saksi dari masing-masing pihak dibatas maksimal enam orang. Belum tahu lagi besok siapa yang akan dihadirkan sebagai saksi oleh pengacara kita," ungkapnya.

Syukri juga mengaku optimistis pihaknya akan memenangkan persidangan menghadapi gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merek klub PSMS Medan yang diajukan PT Kinantan Indonesia.

"Kami yakin akan menang karena kami punya dasar hukum yang jelas. Kami sudah diakui negara karena sudah mendaftar secara resmi ke Kemenkumham," ia menambahkan.

"PT Pesemes Medan ialah produk sah dari Rapat Anggota Luar Biasa penyatuan PSMS Medan yang dilaksanakan pada 2013. 40 klub anggota PMSM Medan yang hadir saat RALB sepakat untuk membentuk PT Pesemes Medan sebagai badan hukum satu-satunya PSMS Medan. Bahkan forum RALB juga sepakat untuk mencantumkan PT Pesemes Medan sebagai badan hukum PSMS Medan dalam AD/ART," tandasnya.

Menurut Syukri, gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merek PSMS Medan yang diajukan PT Kinantan Indonesia kepada PT Pesemes Medan melalui Pengadilan Niaga Medan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Inilah

Warta Terbaru

To Top