Nasional

Fahri Sebut Pemerintah Tak Transparan

Sumedang Media, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI,  Fahri Hamzah meminta Pemerintah menyampaikan skema divestasi Freeport kepada publik.

Melui akun Twitter Pribadinya, @Fahrihamzah mengaku mencium bau tidak sedap dalam divestasi Freeport.

Karena itu, Fahri meminta agar pemerintah bersikap transparan dan secepatnya mengumumkan skema divestasi kepada publik.

Fahri juga berharap agar tidak ada perjanjian yang disembunyikan dari kesepakatan pemerintah kepada Freeport demi kepentingan masyarakat Indonesia.

"Makin tercium bau tidak sedap dalam divestasi Freeport. Ayolah pemerintah transparan," kicau Fahri, Jumat (13/7/2018).

"Jangan bohong karena rakyat sudah pintar. Umumkan skemanya secepatnya ke ruang publik," ucap Fahri.

Jangan ada perjanjian bawah tangan. #BeraniJujurHebat. Bingung aku, lagi  gini @KPK_RI Kemana?

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengatakan nyaris 50 tahun Freeport Indonesia mengelola tambang di Papua, selama itu pula porsi kepemilikan Indonesia hanya mencapai 9,36 persen.

Kini, holding industri pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau Inalum, telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport McMoRan untuk meningkatkan kepemilikan Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 51,2 persen. Alhamdulillah.

"Inilah yang selama 3,5 tahun kita usahakan. Negosiasi yang tidak mudah," kata Jokowi seperti dikutip di dalam akun facebooknya,  Jumat (13/7/2018).

Jokowi mengungkapkan hal ini merupakan  sebuah lompatan. "Kita harapkan nantinya akan mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari pajak, dari royaltinya, dari dividen, " ucapnya

Disamping itu, dari retribusinya sehingga nilai tambah dari komoditas tambang yang ada di sana bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia dan rakyat semua.

"Kepentingan nasional harus tetap di nomor satukan," ucapnya.[jat]

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top