Nasional

Jokowi Sebut Negosiasi Saham Freeport Tidak Mudah

Joko Widodo

Sumedang Media,  Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan nyaris 50 tahun Freeport Indonesia mengelola tambang di Papua, selama itu pula porsi kepemilikan Indonesia hanya mencapai 9,36 persen.

Kata Jokowi, holding industri pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport McMoRan untuk meningkatkan kepemilikan Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 51,2 persen.

"Inilah yang selama 3,5 tahun kita usahakan. Negosiasi yang tidak mudah," kata Jokowi seperti dikutip  dalam akun facebooknya, Jumat (13/7/2018).

Jokowi mengungkapkan hal ini merupakan  sebuah lompatan. "Kita harapkan nantinya akan mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari pajak, dari royaltinya, dari dividen," ucapnya

Disamping itu, dari retribusinya sehingga nilai tambah dari komoditas tambang yang ada di sana bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia dan rakyat semua.

"Kepentingan nasional harus tetap dinomor satukan," ucapnya.

Sebelumnya,  negoisasi antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia mencapai kata sepakat pada Kamis (12/7/2018). Melalui Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penekanan perjanjian awal yang disebut head of agreement atai HoA antara PT Inalum dengan PT Freeport dan Rio Tinto. [ton]

Inilah

Warta Terbaru

To Top