Nasional

Krisis Keuangan, Nasib LBH Pers Menghitung Hari

Sumedang Media, Jakarta – Direktur Eksekutif LBH Pers, Nawawi Bahrudin mengatakan saat ini LBH Pers sedang mengalami titik terpuruk di hari ulang tahunnya ke-15 tahun. Karena menurut dia, kondisinya jatuh dalam krisis keuangan lembaga.

"LBH Pers bisa dipastikan akan tutup kantor apabila dalam dua bulan ke depan tidak mendapatkan dana segar untuk membiayai operasional lembaga," kata Nawawi di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Ia menjelaskan saat ini LBH Pers hanya memiliki 3 orang staf pengacara, 1 direktur, 1 sekretaris, 1 staf umum dan 2 staf keuangan. Menurutnya, jika dikalkulasikan kebutuhan riil dari LBH Pers ialah sekitar Rp 35.000.000.

"Nominal ini sudah termasuk biaya listrik, internet, alat tulis kantor dan juga biaya-biaya penanganan kasus dan riset kebebasan pers dan kebebasan berekspresi," ungkapnya.

Namun, Nawawi mengatakan saat ini LBH Pers di tengah krisis keuangan yang melanda sedang menangani 10 perkara yakni 1 kekerasan terhadap jurnalis, 5 kasus ketenagakerjaan jurnalis, 1 judicial review, 1 HAKI terhadap karya jurnalis, 2 kasus pencemaran nama baik.

Padahal, kata Nawawi, LBH Pers selama ini menjadi ujung tombak dalam melindungi, mendampingi dan membela kebebasan pers, kebebasan berekspresi, korban kekerasan, hingga mendampingi proses hukum di pengadilan berakhir.

Terutama mendampingi dalam proses hukum redaksi media yang bersengketa dengan pihak lain, pekerja media, jurnalis yang mengalami PHK, jurnalis yang menjadi korban kekerasan, blogger atau warganet yang dilaporkan karena tulisannya.

"Bahkan, bertahun-tahun LBH Pers mendampingi proses hukum secara pro bono (suatu perbuatan/pelayanan hukum yang dilakukan untuk kepentingan umum atau pihak yang tidak mampu tanpa dipungut biaya)," jelas dia.

Dengan begitu, Nawawi mengatakan bakal mengadakan acara malam penggalangan dana publik dan orasi budaya serta lelang demi kepentingan berlangsungnya lembaga LBH Pers.

"Penggalangan dana publik ini perlu dilaksanakan karena lembaga donor tidak selamanya bisa selalu mendukung kerja-kerja NGO, berusaha untuk menjadi lebih mandiri dalam persoalan pendanaan dan mengajak partisipasi publik untuk bergabung dalam gerakan pembela kebebasan pers dan kebebasan berekspresi," ucapnya.

Atas dasar tersebut, lanjut dia, LBH Pers merasa perlu untuk menggunakan strategi parisipasi publik dalam menjaga LBH Pers sebagai rumah bersama kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Dan berikut ialah link donasi LBH Pers.

"Mari menggalang kekuatan bersama dengan donasi dan peduli LBH Pers. Bantu donasi dengan klik https://kitabisa.com/PeduliLBHPers atau bisa langsung transfer ke nomor rekening Bank BNI 0004480050 an LBH Pers," ucapnya. Nawawi mengatakan uang yang diperoleh dari para donatur tentunya akan dipertanggungjawabkan dengan baik, bahkan pemasukan dana itu bakal dilaporkan secara transparan. "Uang yang anda donasikan akan digunakan sepenuhnya untuk operasional LBH Pers seperti pembayaran listrik, internet, operasional penanganan kasus, riset kasus dan gaji staf. Dan kami berkomitmen akan melaporkan pemasukan dari penggalangan dana publik ini melalui website lbhpers.org," tandasnya.[ris]

Inilah

Warta Terbaru

To Top