Nasional

PPP Tepis Tudingan Stafsus Pesantren Politis

Sumedang Media, Jakarta – Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menampik tudingan yang menyebut adanya tujuan politis dalam pembentukan staf khusus bidang keagamaan domestik di pondok pesantren oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ia mengatakan, keberadaan staf khusus di bidang ini merupakan hal yang dibutuhkan Jokowi dalam menghadapi berbagai tudingan miring yang masih dialamatkan kepadanya.

"Harus dilihat ini situasi dan kebutuhannya seperti apa. disaat ada situasi masih banyak kalangan Islam yang mendapatkan misleading information, info-info menyesatkan yang memutarbalikan fakta, berarti ada kebutuhan untuk mengatasi hal itu," kata Arsul kepada Sumedang Media, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Namun, dirinya tak mau ambil pusing jika masih ada pihak yang bersikeras meyakini bahwa staf khusus untuk menjembatani hubungan antara Istana dengan kalangan santri bersifat politis.

"Kalau ini diterjemahkan langkah politik, kami nggak akan menyalahkan yang menerjemahkan itu," ucap anggota Komisi III DPR ini.

Sebagaimana diberitakan, Jokowi mengangkat empat staf khusus dari kalangan profesional dalam membantu tugas-tugasnya. Keempatnya ditunjuk tanpa proses pelantikan.

Keempat stafsus baru Jokowi itu antara lain Abdul Ghofarruzin yang dijabat oleh stafsus yang mendampingi presiden di acara keagamaan domestik di pondok pesantren, Siti Dhzu Hayatin sebagai stafsus bidang keagamaan internasional, Adita Irawati menjabat stafsus pembenahan komunikasi kementerian dan lembaga dan Ahmad Erani sebagai stafus di bidang ekonomi.

Adapun Abdul diketahui merupakan putra mantan Rais Aam MUI, KH Mohammad Sahal Mahfudz. Nantinya, Abdul bakal mendampingi Jokowi selama mengunjungi pesantren-pesantren di daerah. [rym]

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top