Nasional

Operasi Komando Gabungan Bukan Satuan Permanen

Sumedang Media, Jakarta – Pengamat Intelijen dan Pertahanan, Susaningtyas Kertopati atau Nuning mengatakan disetujuinya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dan Polri dalam memberantas kejahatan terorisme bukan suatu hal yang permanen.

"Koopssusgab hanya dibentuk sesuai kebutuhan tugas, bukan satuan permanen. Tugasnya untuk mencapai misi tertentu dalam jangka waktu tertentu, seperti antiteror," kata Nuning kepada Sumedang Media, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghidupkan kembali Koopssusgab TNI tentu sudah tepat sesuai amanat Undang-undang Pertahanan dan UU TNI.

"Yang perlu diatur sekarang ialah Peraturan Presiden (Perpres) untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk mensinergikan dengan Detasemen 88 Polri," ungkapnya.

Ia mengatakan rencana Koopssusgab itu sampai sekarang masih tetap operaisonal di bawah pembinaan masing-masing angkatan, karena tugas pokok dan fungsinya ialah pelengkap pasukan reguler.

"Jadi, pasukan khusus dibentuk untuk menjadi ujung tombak pasukan reguler masing-masing angkatan dalam skala perang terbuka. Setiap pasukan khusus memiliki standar keahlian yang berbeda sesuai ciri khas dan karakteristik setiap operasi tempur," jelas dia.

Kemudian, Nuning mengatakan kemampuan anti teror setiap angkatan juga berbeda. Misalnya, Kopassus dilatih antiteror di darat sebagai salah satu dari empat kemampuan dasar yang harus dimiliki. Satuan penanggulangan teror Kopassus merupakan detasemen tersendiri.

"Namun, jangan ketinggalan Sandhi Yudha untuk pencegahan dan deradikalisasi," tandasnya.

Untuk diketahui, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo telah sepakat Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssugab) TNI/Polri untuk menumpas aksi terorisme. Menurut dia, operasi ini dikomandoi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI/Polri sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI. Ini inisiasi penuh dari Panglima TNI, dibawah Panglima TNI," kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan tugas-tugasnya untuk apa pasti karena pasukan dipersiapkan dengan baik, secara infrastruktur, secara kapasitas, mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru manapun dalam tempo yang secepat-cepatnya. [ton]

Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top