Nasional

KPK Duga Suap Terhadap Bupati Subang Sejak 2017

Sumedang Media, Jakarta – Juru Bicra KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya mencium dugaan suap yang dilakukan oleh Bupati Subang Imas Aryumningsih bukan hanya satu kali. Karena diduga suap itu terjadi sejak pertengahan 2017.

"Diduga sejak pertengahan 2017 pemberian uang terhadap perantara secara bersama-sama sudah terjadi hingga sekitar 8 kali termasuk penerimaan terakhir yang ditangkap KPK," kata Febri di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurut dia, pemberian suap kepada Bupati Imas diduga dilakukan oleh dua perusaan yaitu PT ASP dan PT PBM dengan maksud untuk mendapat perizinan dalam pembangunan pabrik dan tempat usaha di Kabupaten Subang.

"Total dugaan penerimaan ialah Rp1,4 milar," ungkapnya.

Untuk diketahui, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus yang melibatkan calon kepala daerah antara lain ‎Imas Aryumningsih selaku Bupati Subang, Asep Santika selaku Kabid Perizinan Pemerintah Subang Subang dan Data selaku pihak swasta.

Ketiganya dinyatakan sebagai pihak penerima suap yang diberikan oleh Miftahudin yang juga ikut menjadi tersangka selaku pihak pemberi suap dari unsur swasta.

Atas perbuatannya, Imas beserta tersangka penerima suap lainnya disangkakan melanggar Pasal 12 a atau b atau pasal 11 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP.

Sementara Miftahudin selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP.[jat]

Inilah

Warta Terbaru

To Top