Nasional

Bandar Judi Online di Surabaya Dijerat UU ITE

Sumedang Media, Surabaya – Bandar judi online yakni Agus Twindi alias Agus Fendi menjalani sidang perdana di PN Surabaya. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna, terdakwa dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna menjelaskan, kasus yang menjerat terdakwa berawal dari penangkapan pengepul judi togel bernama Lusiana (berkas terpisah) di Jember.

Dari keterangan Lusiana inilah, polisi akhirnya menangkap terdakwa yang merupakan bandar judi togel online. "Lusiana merupakan pengepul yang menyetorkan nomor judi togel dan uang tombokan dari para pengecer ke bandar yang bernama Agus Fendi (terdakwa)," terangnya, Rabu (14/2/2018)

Dari penangkapan terdakwa, polisi menyita barang bukti diantaranya, handphone, kartu debet paspor BCA platinum, laptop, buku catatan, kalkulator, modem, Ipad merk Apple.

"Terdakwa melakukan perjudian sebagai bandar dengan menggunakan sarana handphone untuk menerima nomor tombokan dari pengepul dalam bentuk SMS. Setelah menerima nomor tombokan dari pengepul, kemudian nomor tombokan itu dimainkan terdakwa di website judi online www.togel4d.com yang diakses dengan laptop," ungkap Jaksa Rista.

Menurut jaksa Rista, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat 2. "Jo Pasal 27 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," ucapnya.

Usai berkas dakwaan dibacakan, jaksa Rista langsung menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa. Dua saksi yang dihadirkan di persidangan yaitu Lusiana, pengepul togel dan Agung Kriswantoro, anggota polisi.

Pada keterangannya, Agung membenarkan bahwa dirinya yang melakukan penggerebekan bisnis togel online yang dijalankan terdakwa. "Benar saat itu saya dan rekan saya yang menangkap terdakwa. Terdakwa ini bandar togel," kata Agus.

Di tempat yang sama, Lusiana juga membenarkan bahwa terdakwa merupakan bandar judi togel online. "Bener saya yang setorkan uang judi ke terdakwa melalui rekening BCA. Saya belum lama kenal terdakwa," ungkapnya.

Sementara itu, terdakwa membenarkan bahwa dirinya merupakan bandar judi togel online di daerah Wonorejo, Rungkut, Surabaya. "Setahun saya kerja ini (bandar togel). Sebelumnya saya kerja jual telur. Keuntungan yang saya dapat Rp 150 ribu perhari," kata terdakwa. [beritajatim]

Inilah

Warta Terbaru

To Top