Nasional

Ini Alasan Jalur Parpol Kurang Diminati di Sulsel

Sumedang Media, Makassar – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menyatakan bahwa bertambahnya jumlah peserta perseorangan di Pilkada seluruh wilayah Sulsel dan adanya bakal kandidat yang melawan kotak kosong merupakan fenomena politik yang tidak biasa pada pilkada tahun ini.

"Adanya perilaku Parpol yang tidak konsisten membuat bakal calon memilih jalur perseorangan dan pragmatisme parpol pun menjadi salah satu indikatornya. Ketidakseimbangan pilihan parpol juga menjadi penyebabnya," ucapnya di Makassar, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya hadirnya calon perseroangan itu disebabkan sulitnya kandidat mendapatkan partai akibat ketidakonsistensinya parpol. Bahkan ada yang sudah mendapatkan parpol, namun belakangan memilih maju independen.

"Inilah yang menjadi fenomena baru, namun perlu dievaluasi karena adanya kesalahan partai, padahal Pilkada merupakan pelajaran pada Pemilu nanti bagi parpol, termasuk fenomena kotak kosong," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief mengatakan Pilkada 2018 di Sulsel akan digelar di 13 Daerah. Dari 13 daerah itu terdapat 10 peserta yang melalui jalur perseorangan dan satu peserta akan melawan 'kotak kosong'.

"Dari total jumlah peserta yang akan ikut pilkada serentak di Sulsel, ada sepuluh bakal pasangan calon independen, dan satu bakal calon yang tidak punya lawan alias melawan kotak kosong," ucapnya di Makassar, Sabtu (13/1/2018).

Jumlah bakal kandidat perseorangan itu diakui jauh meningkat dari pilkada sebelumnya. Bahkan di Kabupaten Enrekang diikuti satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. [tar]

 

Sumber : Inilah

WARTA TERPOPULER

To Top