Nasional

Mundur, Otto Tak Berani Beri Surat ke Novanto

Sumedang Media, Jakarta – Otto Hasibuan resmi mengundurkan diri sebagai tim penasehat hukum Ketua DPR Setya Novanto dalam menghadapi kasus dugaan korupsi pengadaan e-kKTP yang ditaksir merugikan uang negara senilai Rp 2,3 triliun itu.

Kepada wartawan, Otto mengatakan, langsung menemui Novanto sewaktu memutuskan mengundurkan diri dari tim kuasa hukum. Namun, disaat bertemu dirinya tidak menyodorkan surat pengunduran dirinya secara langsung.

"Waktu saya ke sana (menemui Setya Novanto) surat (pengunduran) sudah saya buat. Tapi merasa enggak enak langsung memberikan ke dia. Yang penting lisan dulu," kata Otto di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).

Otto diketahui hari ini menyambangi kantor KPK. Tujuannya ialah untuk memberikan surat pengunduran diri dari tim Kuasa hukum Novanto.

"Saya serahkan ke KPK. Khususnya kepada penyidik kepada Pak Damanik karena saya waktu itu mendampingi Novanto, Damanik yang memeriksa. Supaya mereka mengetahui," ujar Otto.

Otto sebelumnya mengatakan alasan mundur menjadi penasehat Novanto karena tidak ada kesepakanan dalam penanganan perkara dengan kliennya di kasus KTP-el ini.

"Dengan resmi saya mengudurkan diri sebagai kuasa hukum beliau. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayan Novanto dan selamat berjuang," ujar Otto.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga ikut merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek KTP-el. Menurut KPK, Novanto berperan dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek KTP-el di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Disamping itu, Novanto juga berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan KTP-el.

Setya Novanto juga diduga mengatur supaya anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR. Disamping itu, ia juga diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. [ton]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top