Nasional

Novanto Harus Perhatikan Restu Jokowi Di Golkar

Joko Widodo

Sumedang Media, Jakarta – Setya Novanto tampaknya harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan kursi Ketua Umum Partai Golkar dari desakan munaslub sejumlah pengurus daerah.

Ditengah kasus hukum yang dihadapinya, Novanto juga harus siap-siap kehilangan kursi ketum Golkar jika saja dirinya tak bisa mempertahankan kekuasaan dari balik penjara seperti saat ini.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, jabatan politiklah satu-satunya harapan Novanto masih bisa berkuasa jika melihat kondisinya saat ini yang menjadi tahanan KPK dan secepatnya akan disidang.

"Akar rumput SN memang kuat. Kubu SN juga bisa come back di Munas 2019 bila ternyata kali ini kalah," ucapnya kepada Sumedang Media, Kamis (7/12/2017).

Desakan munaslub sepertinya memang tidak bisa dibendung, nama Airlangga Hartanto menjadi pesaing kuat kubu Novanto untuk merebut kursi ketum Golkar.

Hendri melihat, selain dukungan pengusur Golkar tingkat bawah, Novanto juga perlu mewaspadai kemana dukungan Presiden Jokowi mengarah. Sebab berkaca pada persoalan kepemimpinan parpol sebelumnya, ada saja masalah jika berada diluar pemerintah.

"Tapi nampaknya memang kubu Airlangga akan lebih punya peluang, sebab restu Jokowi di parpol sangat dominan, bila tidak dapat restu maka parpol dicitrakan akan berurusan dengan Yasona nanti," ungkapnya.

Kini, desakan 31 DPD Golkar kemarin akan secepatnya membuka pintu pertarungan munaslub, Novanto meski dari balik penjara, tidak akan melepas begitu saja kekuasaan yang sudah dipegangnya sejak 2014. Apalagi, tahun depan bakal banyak agenda politik yang membutuhkan sosok ketua umum partai. Seperti Pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019.
 

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top