Nasional

Pemerintah Diminta Serius Lawan Gerakan Terorisme

Sumedang Media, Jakarta – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin meminta pemerintah lebih serius melawan terorisme setelah terjadi aksi pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatra Barat oleh dua pemuda diduga Jaringan Ansharut Daulah (JAD).

"Aksi pembakaran markas polisi itu merupakan cerminan bahwa Indonesia sudah dalam keadaan darurat terorisme," ucapnya, Rabu (15/11/2017).

Ia melihat tantangan terorisme di Indonesia semakin berbahaya, karena pelaku secara terang-terangan menyerang markas aparat keamanan dengan senjata panah api yang meludeskan markas kepolisian.

Menurut dia, pemerintah perlu menyadari kondisi darurat teroris ini. Maka, Polri yang memiliki Densus 88 perlu bersinergi dengan lembaga negara seperti TNI, Kementerian Ristek Dikti, BNPT, Kementerian Agama serta lembaga lainnya.

"Ini sudah darurat, enggak bisa diatasi hanya dengan menggunakan badan densus Polri, perlu seluruh komponen negara menyikapi ini semua," ungkapnya.

Ia menambahkan pemerintah dalam melakukan geraka melawan terorisme harus lebih giat melibatkan organisasi masyarakat Islam yang jelas-jelas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti NU dan Muhammadiyah.

"Sejauh ini NU dan Muhammadiyah concern dalam menjalanakan dakwah Islam moderat, cinta tanah air. Maka, ormas itu harus dilibatkan, diajak duduk bareng menyikapi ancaman terorisme," tandasnya.

Untuk diketahui, Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat ludes dilalap api lantaran diduga dibakar oleh dua orang, yakni Eka Fitria Akbar (24) dan Enggria Sudarmadi (25). Kedua orang itu diduga bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). [ton]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top