Nasional

Rohana Sempat Pindahkan Bungkusan Berisi Mayat

Sumedang Media, Jakarta – Rohana (40) menjadi salah satu saksi penemuan mayat Imam Maulana di Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Rohana mengaku sudah melihat bungkusan berisi mayat itu sejak Senin (13/11).

Namun ia tidak menyangka jika bungkusan itu berisi sesosok mayat. Rohana pun menceritakan awal mula ia melihat bungkusan tersebut.

Pada Senin (13/11) pagi pukul 06.00 WIB, suami Rohana, Joni hendak membuka lapak dagangannya disekitar pohon besar di dekat toilet terminal Kampumg Rambutan tersebut. Saat akan membuka lapak kaki limanya, ia melihat Badrun, pelaku pembunuhan Imam yang sedang meletakkan sebuah bungkusan yang terbungkus rapi.

“Bojo (suami) saya negor orang itu, jangan naroh barang disini, ini tempat saya dagang,” kata Rohana bercerita kepada Sumedang Media di terminal Kampung Melayu, Rabu (15/11/2017).

Kepada Joni suami Rohana, Badrun mengaku hanya meninggalkan bungkusan itu sebentar dan akan secepatnya kembali. “Tapi sampai sore ia tidak balik-balik,” ujar Rohana.

Karena menghalangi lapak dagangann kopinya, Rohana pun sempat menggeser bungkusan yang ternyata berisi mayat itu ke bawah pohon.

“Saya geser karena menghalangi dagangan saya, ya ampun kok berat kali ya bungkusannya isi ne opo (isi nya apa) sih,” ucap Rohana heran.

ia pun merasakan bahwa ada yang janggal dengan bungkusan tersebut. “Kayaknya saat saya geser bokong nya saya pegang-pegang, ini kok lembek apa ya,” ungkapnya.

Namun Rohana tetap belum menyadari jika bungkusan itu ternyata berisi mayat. “Dibungkus rapi mas, ada tujuh lapis kayaknya,” kata Rohana yang sudah berdagang selama 24 tahun di terminal Kampung Rambutan.

Keesokan harinya pada Selasa (14/11) Rohana mengaku tidak membuka lapak dagangannya karena harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Rohana terkejut, disaat dipanggil suaminya untuk menjadi saksi di kantor Polisi. “Suami saya pulang kerumah, manggil-manggil, bu kamu harus kekantor polisi sekarang,” kata Rohana bercerita.

Rohana pun mengaku terkejut, terkait masalah apa dirinya dipanggil polisi. “Astaghfirullah, ada apa pak, itu yang kemaren kamu geser itu isinya mayat,” kata Rohana menceritakan percakapan dirinya dengan Joni.

Rohana pun nyaris tidak percaya jika sudah berdagang disamping mayat seharian pada Senin (13/11) kemarin. Saat bercerita dengan Sumedang Media pun, Rohana masih terlihat sedikit syok.

Akhirnya, Rohana pun menyambangi kantor polisi bersama suaminya dan teman berdagangnya Nani hingga Rabu (15/11) pukul 02.00 hari untuk bersaksi. Dikantor polisi ia ditanya sejumlah hal terkait penemuan mayat.

Adapun awal mula mayat itu diketahui pedagang sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (14/11) kemarin. Saat itu sedang turun hujan gerimis.

“Lama-lama kok ada laler (lalat), terus ada bau,” sahut pedagang nasi di terminal Kampung Rambutan yang enggan menyebutkan namanya.

“Mungkin karena air rembes, jadi darahnya ngalir kan, makanya dilalerin,” sahut pedagang lainnya.

Setelah dilihat oleh sesama rekan pedagang, akhirnya hal itu dilaporkan kepada petugas Dinas Perhubungan terminal Kampung Rambutan Yos Sudarsa. Dan akhirnya melaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Makanya jadi pedagang jangan ga peduli, harus peka. Kalau ada apa-apa kayak gini kita juga yang repot kan. Kalian (pedagang) harus peduli dengan lingkungan sekitar, kalau ada yang mencurigakan foto, lapor ke saya,” kata Yos kepada para pedagang.

Sejumlah pedagang asongan dan beberapa warga juga banyak yang penasaran dan ingin mengetahui kejadian itu dari Rohana.
Satu hari setelah ditemukan mayat tersebut, warga pun masih ramai berdatangan kelokasi kejadian untuk melihat.[jat]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top