Nasional

Rumah Kiai Suradi di Ngawi Akhirnya Dibaongkar

Sumedang Media, Ngawi – Pembangunan tol Ngawi-Kertosono yang sempat diklaim lancar, ternyata meninggalkan masalah. Sampai saat ini pembebasan lahan masih belum selesai.

Buktinya, eksekusi pembebasan lahan proyek tol Ngawi-Kertosono di Ngawi sempat ricuh. Keluarga dari Kiai Suradi menolak dibongar bangunan. Bahkan tetap bertahan di rumah miliknya di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Akibatbya, pihak Polres Ngawi dan Pengadilan Tinggi Negeri Ngawi  mengeluarkan paksa keluarga tersebut.  Usai negoisasi dan mengamankan barang, baru menghancurkan masjid dan bangunan rumah milik Kyai Sardi.

Dari informasi yang diperoleh, 5 anggota keluarga tetap keukuh di dalam rumah. Sehingga, polisi mengeluarkan dengan cara menggendong satu per satu.

Kericuhan tetap berlanjut. Apalagi saat sebuah alat berat merobohkan rumah yang telah ditinggali puluhan tahun.

"Ganti ruginya tidak sesuai. Saya cuma minta disamakan dengan daerah lain. Yakni Rp1,2 juta per meter," kata Udin anak korban.

Namun, lanjut dia, pemerintah hanya menyetujui per meter Rp148 ribu. Jadi totalnya hanya sebesar Rp2 miliar karena luas tanah 4000 meter.

Untuk sekedar diketahui, tanah dan bangunan masjid berada di tengah proyek jalan tol Ngawi-Kertosono.

Dari semua rumah yang sudah selesai pembebasan lahannya. Hanya milik Kiai Suradi yang belum tuntas ganti rugi hingga akhirnya pengadilan memutuskan pengosonga rumah.[beritajatim]

Sumber : InilahCom

Warta Terbaru

To Top