Nasional

Manajemen Penyidikan KPK Masih Sangat Lemah

Sumedang Media, Jakarta – Anggota Komisi III DPR, Wenny Warouw menilai manajemen penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih lemah sehingga diperlukan evaluasi atau perbaikan demi kuatnya lembaga itu dalam menegakkan hukum dan memberantas tindak pidana korupsi.

"Manajemen penyidikannya (yang perlu diperbaiki), saya kan sampai teriak-teriak kemarin memberitahukan kelemahan KPK itu manajemen penyidikan sangat lemah," kata Wenny kepada Sumedang Media, Sabtu (16/9/2017).

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan terutama kontrol penyidikan dari pimpinan itu yang tidak ada, sehingga anak buah menangani perkara korupsi semau dan seenaknya mereka saja.

"Suka-suka seenaknya jadi keenakan hingga ingin berkuasa, itu anak buah yang tidak tahu diri," ujar purnawirawan Polri bintang dua ini.

Menurut dia, pimpinan kalau mengerti tentang penyidikan tentu boleh mengawasi tapi kan yang repot pimpinan itu tidak mengerti penyidikan sehingga bagaimana mereka bisa mengawasi kinerja penyidiknya.

"Itu yang susah disana. Novel Baswedan Cs paling pinter, kira-kira itu analisa pribadi saya. Saya kan penyidik, saya mengerti sekali kelemahan-kelemahan dalam dunia penyidikan," jelas dia.

Ia menambahkan kalau memang tidak diperbaiki manajemen penyidikan KPK, maka akan tetap semerawut karena hal itu masih sangat lemah manajemen penyidikannya.

"Tapi dengan manajemen penyidikan masa mau dibubarin, enggak lah. Perbaiki saja manajemennya, proses penyelesaian perkara diperbaiki," jelas dia.

Untuk diketahui, usulan isi rekomendasi Panitia Angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi makin liar dan terlihat untuk meniadakan komisi itu.

Anggota Panitia Angket dari Fraksi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat menyerukan pembekuan KPK sementara waktu. Menurut dia, dari hasil penyelidikan panitia angket, ada banyak hal di KPK yang harus dibenahi dan pembenahan ini butuh waktu lama.

"Maka, jika perlu, untuk sementara KPK distop dulu. Kembalikan (wewenang memberantas korupsi) kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu," kata Henry.[ris]

Warta Terbaru

To Top