Nasional

Jangan Coba-coba Curang dalam Tes CPNS

Sumedang Media, Yogyakarta – Di tengah ketatnya persaingan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), ada saja peserta yang mencari jalan pintas dan berbuat curang agar lulus tes. Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan, pihak panitia tak mau kalah. Jaring pengaman telah disiapkan berlapis antara lain dengan memperketat pengawasan, sejak sebelum sampai saat pelaksanaan tes dengan sistem CAT.

Seperti yang dilakukan saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Regional BKN I Yogyakarta, sebelum masuk ruang CAT, setiap peserta harus melalui pemeriksaan ketat beberapa kali.

Pertama-tama peserta dikumpulkan untuk mendapatkan arahan, kedisiplinan dalam berpakaian juga diperhatikan. Peserta harus memakai sepatu fantovel bukan sepatu ket, bahkan sampai ada peserta yang meminjam/bertukar sepatu dengan petugas karena ia memakai sepatu ket.

Setelah itu, dilakukan verifikasi KTP dan kartu ujian untuk dicocokkan foto dan wajah peserta yang hadir. Jika sesuai, peserta melanjutkan ke tahap pemberian PIN untuk mengerjakan CAT. Kemudian, peserta diperiksa badannya satu-persatu.

disaat diberikan pengarahan, peserta sudah diingatkan untuk tidak membawa barang apapun selain KTP dan kartu ujian. Arloji, USB, handphone, kunci kendaraan, gelang bahkan cincin harus dilepas dan dimasukkan ke dalam tas. Sehingga saat pemeriksaan pertama, jika ada yang membawa barang-barang selain KTP dan kartu ujian, disuruh melepas dan memasukkannya ke dalam tas.

Di dekat ruangan tes, peserta wajib menitipkan tas masing-masing kemudian berkumpul kembali. Sebelum memasuki ruangan tes, peserta diperiksa lagi. Jika ada yang membawa barang lain selain KTP dan kartu ujian akan dianggap gagal dan tidak boleh mengikuti  CAT.

Menurut pengakuan salah satu petugas, ada yang mencoba berbuat curang setelah ketahuan menyembunyikan handphone dibalik bajunya saat ikut tes di MG Setos Hotel, Semarang. Seorang wanita menyembunyikan ponsel dan memakai headset dibalik pakaiannya, hingga akhirnya peserta itu tidak boleh mengikuti SKD.

Salah satu petugas pemeriksa dari Kanreg BKN I Yogyakarta menceritakan bahwa pada penerimaan CPNS tahun 2014 juga ada yang tertangkap melakukan kecurangan. Modus yang dilakukan sama seperti yang dilakukan oleh peserta di Semarang.

Namun disaat itu, ketahuan setelah petugas mencurigai gerak-geriknya saat mengerjakan tes. Sehingga, usai tes digeledah dan langkah seia menambahkan diserahkan ke pihak yang berwajib.

Niat baik pemerintah untuk melaksanakan seleksi CPNS semestinya dibarengi dengan kesiapan peserta seleksi dalam mengikuti tes bukan dengan berbuat curang yang dipastikan bakal ketahuan.

"Tidak ada tempat untuk berbuat curang dalam seleksi CPNS ini," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.

Sementara Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Herman Suryatman meminta kepada seluruh peserta calon PNS untuk tidak berbuat curang dalam menjalani tes yang telah ditetapkan.

"Kami tegaskan kembali agar para peserta seleksi CPNS percaya diri dan mempersiapkan diri dengan baik, jangan coba-coba berbuat curang. Junjung tinggi sportifitas dan kejujuran, berikhtiarlah dengan cara terpuji," kata Herman, Sabtu (16/9/2017).[ris]

Warta Terbaru

To Top