Nasional

Aturan Ojek Daring Jangan Bertabrakan dengan Aturan Lain

Aturan Ojek Daring Jangan Bertabrakan dengan Aturan Lain

Sumedang Media, JAKARTA — Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno menuliskan pemerintah butuh lebih hati-hati dalam merancang aturan untuk ojek daring. Ia menilai ojek daring bakal menjadi angkutan umum bilamana pemerintah menata tarifnya.

“Kalau pemerintah memutuskan tarif, berarti setuju ojek sebagai angkutan umum” ungkap Djoko pada Sabtu (12/1).

Untuk itu, Djoko menganjurkan pemerintah supaya lebih berhati-hati dalam merangkai peraturan menteri ojek daring. Hal ini supaya tidak bertabrakan dengan ketentuan lainnya, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan. 

Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 dilafalkan bahwa pemerintah berhak menata tarif bilamana angkutan tersebut sebagai angkutan umum. Sementara guna ojek daring, pemerintah menegaskan tidak bakal dijadikan angkutan umum.

“Pemerintah butuh berhati-hati, tidak boleh sampai melawan dengan aturan lainnya,” ucapnya.

Baca juga, Grab Harap Regulasi Ojol Atur SPM Keamanan

Untuk itu, ia menganjurkan pemerintah melulu menjadi mediator saja, sedangkan pengemudi dan aplikator menilai kesepakatan tarif yang diamini oleh kedua pihak. “Pemerintah tidak butuh buatkan tarif, namun kasih rumus perhitungan ongkos operasi kendaraan guna menjadi bahan kesepakatan pengemudi dan aplikator,” ucapnya.

Terkait keselamatan, menurut keterangan dari ia mesti diperketat. Artinya, pengemudi tidak lumayan hanya diharuskan mengenakan jaket dan sepatu, tetapi pun tidak boleh terdapat barang apapun yang lebih ketika berkendara.

“Disamping itu, handphone jangan di atas dashboard, ini usulan sebab orang pengemudi tidak bakal berkonsentrasi, bila mau tuntunan peta kasih suara saja jadi tidak butuh melihat sejumlah kali ke handphone,” ucapnya.

Djoko menyatakan setuju adanya perlindungan terhadap pengemudi ojek melewati diskresi menurut Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014 mengenai Administrasi Pemerintahan. Namun, ia tidak setuju bilamana ojek dijadikan angkutan umum.

Warta Terbaru

To Top