Nasional

DP Nol Persen Kendaraan, Pengamat: Tak Pengaruhi Pembelian

DP Nol Persen Kendaraan, Pengamat: Tak Pengaruhi Pembelian

Sumedang Media, JAKARTA — Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno menanggapi kepandaian uang muka atau down payment (DP) nol persen yang mulai diberlakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan keterangan dari Djoko, kebijakan tersebut tidak akan memprovokasi tingkat pembelian kendaraan bermotor. 

“Saya kira tidak terdapat pengaruh yang signifikan,” ungkapnya ketika dihubungi Sabtu (12/1).

Di sisi lain, ia menuturkan, kebijakan tersebut kontraproduktif. Sebab, banyaknya jumlah kendaraan individu seperti motor akan menciptakan impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia bakal semakin tinggi dan dapat merugikan negara. Pasalnya, sepertiga BBM tersebut masih impor. 

Baca juga, APPI Sikapi Kebijakan DP Nol Persen dengan Hati-Hati

Ia menuliskan, presentase pada 2012, sepeda motor menguras subsidi BBM selama 40 persen. Sementara itu, mobil pribadi menguras BBM subsidi sebesar 53 persen.

“Tujuh persennya terbagi jadi tiga persen angkutan umum, dan empat persen guna logistik (truk). Bayangin, apa inginkan perbanyak impor BBM kita? Kan ngeri,” imbuhnya. 

Ketua Asosiasi Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, kepandaian yang baru berjalan sekitar sepekan ini tidak semua perusahaan pembiayaan dapat menjalankan kepandaian tersebut. Ia mengatakan, ada sejumlah aturan ketat yang mesti dipatuhi oleh perusahaan pembiayaan. Salah satunya merupakan syarat rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) sebuah perusahaan pembiayaan mesti di bawah satu persen.

“Jadi, DP nol persen ini punya kriteria-syarat yang lumayan ketat. Artinya, bila perusahaan memang punya penanganan piutangnya baik, kualitas NPF-nya bagus, boleh serendah-rendahnya DP nol persen, bukan berarti DP 0, namun serendah-rendahnya,” ungkapnya.

 

Warta Terbaru

To Top