Nasional

Kiai Ma’ruf Dorong Polri Selesaikan Kasus Novel

Kiai Ma'ruf Dorong Polri Selesaikan Kasus Novel

Sumedang Media, DEPOK — Mabes Polri telah mengamini pembentukan tim campuran untuk mengusut permasalahan penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin mengapresiasi tahapan Polri tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kiai Ma’ruf, permasalahan penyiraman air keras terhadap Novel tersebut memang tergolong permasalahan yang sulit. Karena itu, ia mendorong supaya Polri terus melakukan sekian banyak upaya guna mengungkap permasalahan tersebut.

“Saya kira gak terdapat masalah ya (pembentukan tim campuran itu), sepanjang upaya untuk menuntaskan persoalan. Kan soal permasalahan Novel Baswedan tergolong permasalahan sulit, namanya. Karena tersebut harus dilaksanakan upaya-upaya penyelesaiannya,” ujar Kiai Ma’ruf ketika menghadiri Peresmian Posko Pemenangan GKD Kota Depok di Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok di area Grand Depok City, Sabtu (12/1).

Novel Baswedan diguyur air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 pada Selasa 11 April 2017. Ia diserang usai membayar Salat Subuh di Masjid dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga kini, polisi belum mengejar tersangka penyerang Novel.

Kendati belum sukses diungkap, menurut keterangan dari Kiai Ma’ruf, kasus tersebut tidak akan memprovokasi elektabilitas Jokowi dalam Pilpres 2019. Karena, menurut keterangan dari dia, kejadian tersebut murni permasalahan hukum yang sekarang sedang ditangani Polri.

terdapat (tidak memprovokasi elektablitas Jokowi). Itu memang solusi kasus. Dan anda mendorong agar ada upaya-upaya. Pak Jokowi sudah menyuruh kan Kapolri guna menyelesaikan tersebut terus” ungkap Kiai Ma’ruf.

Dketahui, pembentukan tim campuran itu ditandai dengan surat yang ditandatangi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 tertanggal 8 Januari 2019. “Surat perintah itu merupakan menindaklanjuti rekomendasi kesebelasan Komnas HAM dalam perkara Novel Baswedan” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, Jumat (11/1).

Dalam surat tersebut, tertulis pembentukan tim tersebut untuk mengemban rekomendasi Tim Pemantauan Proses Hukum Novel Baswedan yang disusun oleh Komnas HAM RI. Tim tersebut terdiri dari 65 anggota yang terdiri dari Polri, KPK, berbagai berpengalaman dan figur masyarakat.

Warta Terbaru

To Top