Nasional

Meski Ditolak, Gojek Terus Jalin Komunikasi dengan Filipina

Meski Ditolak, Gojek Terus Jalin Komunikasi dengan Filipina

Sumedang Media, JAKARTA — Penolakan Filipina atas masuknya Gojek Indonesia ke negara tersebut bukan akhir dari usaha perluasan ke pasar Asia Tenggara. Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Gojek, Shinto Nugroho, menuliskan masih terus bercakap-cakap dengan pemerintah Filipina.

Gojek Ditolak Masuk Filipina, Ini Alasannya Gojek Terima Arahan Pemerintah soal Peraturan Ojek Daring Mulai Besok Gojek Perpanjang Operasional di Singapura

“Pembicaraan terus berjalan, ini merupakan hal bagus, dengan kata lain secara prinsip pemerintah Filipina menyokong kehadiran Gojek” ungkap Shinto usai pertemuan pengemudi ojek daring dengan presiden di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Gojek ditampik karena dalil administratif. Shinto menambahkan Gojek akan tidak jarang kali mematuhi dan menghargai peraturan. Departemen regulasi transportasi darat Filipina Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) menampik pengajuan anak perusahaan Gojek guna menjadi layanan ride-hailing teranyar di Filipina sebab masalah kepemilikan asing.

Konstitusi Filipina memberi batas kepemilikan asing sampai 40 persen guna industri tertentu. Tahun lalu, Gojek beroperasi di Ho Chi Minh City dan Hanoi, Vietnam dengan nama software Go-Viet. Gojek pun melebarkan sayap di Singapura.

Warta Terbaru

To Top