Nasional

Pemerintah Janji Bantu Rumah Terdampak Tsunami Rp 50 Juta

Pemerintah Janji Bantu Rumah Terdampak Tsunami Rp 50 Juta

Sumedang Media, LAMPUNG SELATAN — Pemerintah memutuskan akan memberikan pertolongan stimulan untuk lokasi tinggal terdampak tsunami Selat Sunda. Rumah terdampak tsunami yang bobrok berat dampak tsunami Selat Sunda per unit sebesar Rp 50 juta. 

Informasi yang didapatkan dari Dinas Kominfo Lampung Selatan, di Kalianda, Lampung, Sabtu (12/1), menuliskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto sudah menghadiri rapat koordinasi penanganan akibat dan tindak lanjut kesiapsiagaan potensi bencana di Selat Sunda, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI. Rapat yang dipimpin Plt Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK Sony Harry B Harmadi, Jumat (11/1), dilangsungkan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), berhubungan bencana tsunami dirangsang erupsi dan longsoran material Gunung Anak Krakatau Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Dalam rapat koordinasi itu, Pemerintah memutuskan akan memberikan pertolongan stimulan untuk lokasi tinggal rusak berat per unit sebesar Rp 50 juta, bobrok sedang Rp 25 juta, sementara rusak enteng Rp 10 juta. Berdasarkan keterangan dari Nanang Ermanto, dalam pertemuan yang pun dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan Provinsi Banten, Bupati Lamsel, Bupati Pandeglang, serta lembaga dan instansi berhubungan lainnya, Sony mengatakan, upaya percepatan dalam penanganan bencana mesti terus dilakukan, terutama terpenuhinya keperluan dasar penduduk terdampak.

Sony pun meminta, kepala wilayah di wilayah terdampak bencana tersebut untuk menyiapkan lahan sebagai tempat untuk membina kembali rumah-rumah penduduk yang hancur dampak tsunami Selat Sunda. “Segera bangun lokasi tinggal tetap di Lampung Selatan dan Pandeglang, pun untuk lokasi tinggal sementara sebab akan dilaksanakan kajian” ungkap Sony dalam pertemuan itu, mengutip instruksi Presiden Jokowi.

Disamping itu, Sony menambahkan, Presiden pun menginstruksikan pengaturan ruangan di area rawan bencana untuk meminimalisir risiko bilamana terjadi bencana. “Disamping itu, kita pun perlu menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ucapnya pula.

Dalam pertemuan itu, ditegaskan bahwa Pemerintah melewati koordinasi Kemenko PMK terus menambah kesiapsiagaan atas risiko bisa jadi terjadi bencana susulan dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, menilik ancaman bencana di Selat Sunda dapat datang masing-masing saat. Kesiapsiagaan bencana itu, mencakup sosialisasi bencana, layanan di pengungsian, tergolong persiapan pembangunan hunian sedangkan atau sewa rumah.

Rakor itu dibuntuti oleh sekian banyak lintas kementerian dan lembaga, dan dihadiri Sestama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan Kemensos, Kemendikbud, Kemenkes, Kemendagri, Kemenkeu, Kementerian Kominfo, KESDM, BMKG, BIG, BPN, dan TNI/POLRI.

Warta Terbaru

To Top