Nasional

Aturan Kartu Identitas Anak Butuh Diperkuat, Ini Alasannya

Aturan Kartu Identitas Anak Butuh Diperkuat, Ini Alasannya

Sumedang Media, JAKARTA — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai sejumlah hal perlu diacuhkan soal kepandaian Kartu Identitas Anak (KIA). Berdasarkan keterangan dari Komisioner KPAI, Jasra Putra perlu dilaksanakan penguatan regulasi terhadap kepandaian KIA supaya program ini dapat berlangsung secara maksimal. 

Jasra pun mengatakan, program ini harus dilaksanakan secara bertahap cocok dengan kemampuan wilayah dalam menjalankannya. “Atau dapat saja prioritas penerapan KIA untuk anak umur 0-5 tahun yang bersamaan dengan satu dokumen dengan akta lahir” ungkap Jasra, Jumat (11/1). 

Artinya, kata dia, disaat anak bermunculan ia mendapat dua dokumen kependudukan yang teritegrasi yaitu akta dan KIA. Termasuk mendorong  inovasi layanan teknologi tergolong jemput bola laksana pengurusan kolektif KIA yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan, masjid, gereja, tempat-tempat ibadah lainya serta kemudahan publik yang ada anak-anak.

Usulan ketiga, Jasra mengatakan, butuh dipikirkan ulang kebijakan wilayah yang mengaku KIA di antara syarat masuk guna sekolah. Jangan sampai kepandaian ini mempersulit dan melanggar hak anak untuk mendapat pendidikan serta hak-hak pelayanan akses dasar lainya. 

Seia menambahkan ketenteraman data anak-anak yang mesti mempunyai akurasi yang  lumayan tinggi, karena predator durjana anak bakal mudah mengejar calon korbanya bila penyimpanan datanya tidak dilaksanakan secara baik. Amerika contohnya Kartu Identitas anaknya terkoneksi dengan software yang disiapkan dan didownload oleh orang tua, sampai-sampai orang tua juga dapat mendeteksi secara dini kekerasan yang terjadi dengan anak.

Warta Terbaru

To Top