Nasional

Ini Solusi Ekonomi untuk Korban Tsunami Banten dari KLHK

Ini Solusi Ekonomi untuk Korban Tsunami Banten dari KLHK

Sumedang Media, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menawarkan solusi penambahan ekonomi masyarakat jangka panjang guna Kecamatan Sumur di Pandeglang, Banten. Daerah tersebut merupakan wilayah penyangga area Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) ikut terkena akibat tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember lalu.

Solusi yang ditawarkan Siti merupakan program kemitraan konservasi dan perhutanan sosial, menilik sebagian masyarakat Kecamatan Sumur bermukim di desa pengampu TNUK. “Nanti akan disaksikan dan -nya, yang telah harus dimasukkan di dalamnya Perhutanan Sosial dan kemitraan konservasi,” tuturnya melewati siaran pers, Jumat (11/1).

Siti pun meminta Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno dan Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat guna merancang bisnis kemitraan antara masyarakat dengan pengelola konservasi. Di antaranya dengan membina jasa wisata alam dan jasa tata air.

Untuk kelembagaannya, Siti menganjurkan supaya dibentuk kumpulan masyarakat dan usaha bidang jasa untuk memenuhi keperluan kerja dan penghasilan. Saat ini, di TNUK, telah terbentuk tujuh kumpulan tani konservasi, dua kumpulan sadar wisata, dua kumpulan masyarakat pesisir, dan empat kumpulan masyarakat tani madu hutan Ujung Kulon. “Saya bercita-cita daerah yang estetis ini bisa dikelola menjadi destinasi wisata laksana Bali dan Jogja,” ucapnya.

Tsunami Selat Sundat dijamin tidak dominan signifikan terhadap area taman nasional dan eksistensi Badak Jawa di Ujung Kulon. Tapi, bencana alam ini memberikan akibat signifikan terhadap masyarakat sekitar. Di Kabupatan Pandeglang sendiri, selama 217 orang meninggal, 437 perahu dan kapal rusak, 334 lokasi tinggal rusak total, dan 2.600 masyarakat mengungsi.

Saat meninjau dan bercakap-cakap dengan masyarakat korban tsunami pada Jumat, Siti datang bareng Ketua Komisi IV DPR RI Edhi Prabowo. Mereka berjanji mencarikan penyelesaian terbaik terhadap persoalan yang tengah di hadapi masyarakat. Saat ini yang diperlukan masyatakat merupakan perbaikan jalan, air bersih, lokasi tinggal dan mata pencarian.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian dan KLHK serta kementerian berhubungan guna percepatan penanganan akibat bencana. Edhi pun meminta pemerintah wilayah setempat untuk segera mungkin mendata kerusakan dampak bencana dari sektor pertanian, kelautan dan perikanan. “Kita seluruh tidak hendak masyarakat berlama-lama larut dalam bencana, ayo kita segera mungkin bersama-sama bangkit,” ucapnya.

 

Warta Terbaru

To Top