Nasional

KPK Miliki Info Gratifikasi Tas Louis Vuitton ke Dirjen PAS

KPK Miliki Info Gratifikasi Tas Louis Vuitton ke Dirjen PAS

Sumedang Media, JAKARTA — Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah tak menampik bahwa Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami diduga menerima sebuah tas dari mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Wahid Husen. Diketahui, Wahid telah didakwa  menerima uang dari tiga terpidana korupsi, yakni Fahmi Darmawansyah, Tubagas Chaeri Wardhana alias Wawan, dan Fuad Amin Imron.

“Kami dapatkan info awal pemberian sebuah tas yang ditujukan pada Dirjen, disaat itu. Itu dugaan yang kami dapat saat proses penyidikan” ungkap Febri di Gedung KPK Jakarta, Jumat (7/12).

Berdasarkan informasi dari Jaksa KPK, lanjut Febri, tas itu telah dikembalikan Sri Puguh. Menurut Febri, tas itu kini telah disita dan menjadi barang bukti untuk perkara Wahid.

“Tentu saja kami belum mengatakan terbukti atau tidak. Karena peesidangan masih jalan. Nanti kita lihat di fakta persidangan,” terang Febri.

Dalam dakwaan Wahid yang dibacakan di Pengadilan Tipikor, Kamis (6/12), tas dengan merek Louis Vuitton diberikan oleh Fahmi Darmawansyah pada Juli 2018. Wahid yang menerima tas itu kemudian menyerahkannya kepada Sri Puguh sebagai kado ulang tahun.

Wahid juga didakwa menerima satu unit mobil jenis Double Cabin 4×4 merk Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal mer Kenzo, dan uang senilai Rp 39.500.000 dari Fahmi Darmawansyah. Kemudian, Wahid juga menerima uang dari Wawan sejumlah Rp 63.390.000. Sedangkan dari Fuad Amin, Wahid menerima uang sebesar Rp 71.000.000 dan mendapatkan fasilitas peminjaman mobil ‎serta penginapan di Hotel Ciputra Surabaya.

Sejumlah uang suap itu diberikan tiga para narapidana melalui Hendry Saputra. Uang itu bertujuan agar para narapidana mendapatkan fasilitas istimewa di dalam Lapas Sukamiskin.

 

Warta Terbaru

To Top