Nasional

Gubernur Emil Resmikan Tim Jabar Saber Hoaks

Gubernur Emil Resmikan Tim Jabar Saber Hoaks

Sumedang Media,BANDUNG—-Gubernur Jabar Ridwan Kamil meresmikan terbentuknya tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/12). Menurut Ridwan Kamil, 90 persen personel tim ini merupakan anak milenial yang ahli di bidang Information Technology (IT). “Tugasnya memverifikasi permohonan masyarakat juga merilis secara rutin tanpa diminta berita berita yang beredar di Jabar yang diasumsikan Hoaks,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil usai peluncuran Jabar Saber Hoaks.

Emil memastikan, Jabar Saber Hoaks ini bakal membentengi masyarakat dari berita bohong yang beredar di Jabar. Terlebih yang dilakukan oleh warga Jabar. “Atau korban korbannya juga pihak rakyat dari Jabar,”  ucapnya. Menurut Gubernur Emil, berita hoaks tak jarang membuat situasi dan kondisi menjadi tak kondusif. Bahkan, perang dunia ke-2 tahun 1939-1945 tercetus karena adanya rekayasa informasi. Kematian masal warga sipil pun tak dapat dihindarkan, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir. Saat itu, sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa tewas. “Itu berawal dari serangan Jerman ke Polandia, dan itu gara gara hoaks. Jadi diberitakan seola-olah ada tentara Polandia yang akan menyerang Jerman, disampaikan militer Jerman ke Hitler,” paparnya.

Menurut Gubernur Emil, pada bulan Oktober lalu, warga Jawa Barat pun dihebohkan dengan berita hoaks yang mengabarkan adanya penganiayaan kepada salah satu aktifis perempuan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Saat merebaknya kabar bohong tersebut, ia pun malah mendapatkan getahnya. “Sebagai mantan walikota dibully saya, dimarahi. Kenapa itu di komplek militer bisa kecolongan? Ternyata hoax. Ini yang menjadi atensi kita,” ucapnya. Kendati begitu, menurut Emil, dibentuknya Jabar Saber Hoaks juga dengan harapan menjadikan masyarakat lebih produkif. Demikian, tak lagi membahas berita yang diragukan keakuratannya.

“Waktu yang seharusnya kita pakai untuk hal hal produktif menjadi habis hanya untuk membahas yang tidak perlu dibahas, yaitu berita berita bohong. Saya kira itu,” ucapnya. Suatu saat, kata dia, tim ini akan dibubarkan disaat masyarakat Jabar sudah benar-benar mampu memilah informasi yang bohong dan yang akurat. Adapun yang dimaksud hoaks, menurut dia, tak hanya sekadar tulisan. Tapi juga bisa dilakukan melalui foto atau gambar. “Sampai suatu hari lembaga ini akan dibubarkan pada tahap kita meyakini bahwa masyrakat Jabar sudah tangguh sudah naik kelas menjadi masyarakat yang melek literasi dan anti hoaks,” paparnya.

photo

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Foto: Sandy Ferdiana/Republika

Warta Terbaru

To Top