Nasional

Presiden Jokowi Ajak ICMI Pecahkan Masalah Bangsa

Presiden Jokowi Ajak ICMI Pecahkan Masalah Bangsa

Sumedang Media, BANDAR LAMPUNG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak ICMI memikirkan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan negara yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai-selesai. Untuk itu, kehadiran cendekiawan dari ICMI diharapkan dapat membantu menyelesikan masalah bangsa saat ini terutama di bidang ekonomi.

“ICMI ialah ormas yang bukan sembarang ormas. ICMI kumpulan cendekiawan Muslim dan sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. ICMI tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Saya mengajak bersama memikirkan dan memecahkan masalah yang ada saat ini belum selesai, seperti bidang ekonomi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Silaknas ICMI dan Milad ke-28 di aula Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam.

Jokowi: ICMI Berperan Penting Persatukan Umat Silaknas ICMI Diisi Deklarasi ICMI ASEAN Presiden Jokowi akan Buka Silaknas ICMI di Lampung

Menurut dia, banyaknya masalah-masalah bangsa yang belum selesai dari puluhan tahun lalu di bidang sumber daya alam dan sumber daya manusia, hendaknya cendekiawan Muslim ICMI yang hebat-hebat dapat turut berperan memecahkan masalah itu secara bersama. Potensi sumber daya alam yang ada dan melimpah di Indonesia, Jokowi menyebutkan dapat menyelesaikan masalah bidang ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, seperti bouksit dan kelapa sawit. “Semua potensi itu seperti bouksit dan kelapa sawit dapat meningkatkan taraf ekonomi rakyat kita,” ucapnya.

Mengenai potensi teknologi bangsa ini, ia berharap kehadiran Prof BJ Habibie dapat menjadi inspirasi. Sehingga bisa mendiskusikan mengenai apa yang bisa dibangun dan diindustrialisasikan potensi sumber daya alam bangsa dan negara ini.

Ia mengatakan pemerintah sedang berupaya keras membangun bangsa. Karena semua itu membutuhkan ilmu dan pengetahuan, dan cendekiawan yang mumpuni. “Saya minta ICMI untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini, dan memecahkan masalah bangsa, terutama kualitas sumber daya insani seperti diungkapkan BJ Habibie,” ucapnya. 

Warta Terbaru

To Top