Nasional

SukaCare, Aplikasi Ciptaan Mahasiswa Difabel UIN Yogyakarta

SukaCare, Aplikasi Ciptaan Mahasiswa Difabel UIN Yogyakarta

Sumedang Media, JAKARTA — Hastu Wijayasri Hastu awalnya tidak mengerti apa itu atau pemograman kode. Saat menjadi mahasiswi jurusan Teknik Informatika di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Hastu juga awalnya mengalami kesulitan.

Hastu merupakan mahasiswi difabel yang mengalami disabilitas berbicara dan mendengar. Namun, justru hal inilah yang memotivasi teman difabel lain untuk bisa seperti dirinya.

Perempuan yang akrab disapa Hastu itu menciptakan aplikasi yang juga diperuntukkan bagi teman difabel lainnya. Aplikasinya bernama yang dikembangkannya bersama Tesya, pemimpin tim pemula DSC () di kampusnya.

“Tadinya terlalu paham saat mengikuti jurusan kuliah Informatika. Setelah masuk DSC di kampus ikut dan lain-lain, aku jadi tahu itu apa, aku ingin membantu orang-orang melalui teknologi khususnya melalui kata Hastu yang disampaikan penerjemah.

Hastu membuat untuk membantu teman sesama difabel lebih mudah mengikuti perkuliahan. Kesulitan dalam proses belajar masih dirasakan banyak difabel karena kekurangan mentor dan juga cara mementoring yang berbeda daripada orang  nondifabel.

“Aku menjadi perempuan tuli pertama yang mengembangkan dan membuat aplikasi ini,” ungkapnya.

Selain mengembangkan aplikasi yang diberi nama bersama mentornya, Tesya untuk membantu para penyandang difabel, Hastu juga bercerita merasakan kebermanfaatan dari kelas . Sejak 2017, melalui kelas ini telah mengasah ia belajar berbahasa inggris, mempelajari perkembangan teknologi terbaru hingga berkesempatan mengunjungi Kalifornia untuk mengikuti kursus singkat.

Hastu yang berkelahiran di Yogyakarta ini memang sudah awam dengan komputer sejak kelas 4 SD. Di samping kesulitannya dalam mendengar dan berbicara, bagi Hastu pendengaran dan berbicara bukanlah suatu halangan.

Pada 2018, telah melatih lebih dari 110 ribu di Indonesia tentang pemrograman dan Angka itu juga melampaui target awal 100 ribu bahkan selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Kini saatnya meluncurkan program belajar dan bertujuan kembali membuat dampak untuk hidup orang banyak.

Warta Terbaru

To Top