Nasional

KH Ma’ruf: Kalau Jokowi Anti-Islam Saya tak Mungkin Cawapres

KH Ma'ruf: Kalau Jokowi Anti-Islam Saya tak Mungkin Cawapres

Sumedang Media, BATAM — Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin meminta tim pemenangan di setiap daerah untuk menangkis isu negatif yang beredar di masyarakat mengenai calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya. Kiai Ma’ruf mengutarakan hal itu dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (15/11).

Menurut dia, saat ini banyak orang menyebarkan berita bohong, yang menggiring masyarakat tidak memilih dirinya. Dan itu menjadi tugas tim pemenangan untuk meluruskannya.

“Banyak fitnah terutama pada Pak Jokowi dan saya juga. Jokowi dibilang anti-Islam, antiulama. Kalau antiulama tidak mungkin angkat saya sebagai calon wakil presiden” ungkap dia.

Tidak hanya pada Jokowi, ia mengatakan komentar miring juga menyerang dirinya. Oleh karena itu, tim pemenangan di daerah wajib melakukan kampanye strategis untuk menangkis isu negatif.

“Maruf Amin sudah tua, mau jadi cawapres. Semua orang juga tahu kalau saya sudah tua. Tapi beliau (Joko Widodo) memilih saya. Beliau nyaman bergandengan dengan saya,” ungkapnya.

Ma’ruf meminta tim pemenangan daerah diminta menangkis isu negatif dengan menyebarkan capaian-capaian yang sudah dihasilkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Menurut dia, selama memimpin Indonesia, Jokowi telah menanamkan banyak kebaikan melalui pembangunan yang sudah dirasakan sendiri oleh masyarakat.

“Semua orang paham, Jokowi meletakkan kebaikan dengan pembangunan yang telah dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

Ma’ruf Amin dijadwalkan berada di Kota Batam selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat (15-16/11). Agenda Ma’ruf di Batam di antaranya menghadiri pertemuan tokoh, ulama, pendukung serta menghadiri uji petik kajian kitab kuning Nahwau Syarah dengan metode Al-Ghooyah.

Presiden Jokowi selama ini kerap difitnah sebagai presiden yang anti terhadap Islam. Namun, Jokowi hanya memilih berdiam diri dan fokus untuk mengurus pekerjaannya sebagai pemimpin negara.

Jokowi pun angkat bicara terkait tuduhan anti-Islam itu. Hal ini disampaikan Jokowi saat diwawancara dalam yang ditayangkan pada Ahad (7/10) malam.

Jokowi mengatakan, tuduhan anti-Islam itu memang kerap diulang-ulang di media sosial. Padahal, menurut dia, tuduhan itu hanyalah sebuah hoaks atau berita bohong. ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah anti terhadap Islam.

“Bagaimana saya anti-Islam? Saya muslim, tiap hari juga selalu dengan ulama, dengan kiai, minggu juga ketemu dengan habaib, dengan ustaz. Yang antiulama di mana?” ujar Jokowi.

 

Republika

Warta Terbaru

To Top