Nasional

Target Pileg, AHY: Paling tidak Sama dengan Pemilu 2014

Target Pileg, AHY: Paling tidak Sama dengan Pemilu 2014

Sumedang Media, JAKARTA — Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut para calon anggota legislatif menjadi garda terdepan untuk memenuhi target kemenangan Partai Demokrat di Pemilu 2019. Karenanya, dalam pembekalan seluruh caleg DPR RI hari ini, partainya meminta para caleg fokus memenangkan kursi di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

“Yang jelas caleg tujuannya ialah untuk menang, mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat. Segala hal strategi dijalankan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing,” ujar AHY di sela-sela pembekalan caleg DPR dan Konsolidasi Partai Demokrat se-Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).

Menurut AHY, Partai Demokrat menargetkan perolehan suara partai lebih dari Pemilu 2014 lalu yakni sekitar 10,19 persen. Karenanya, ia berharap seluruh caleg bekerja keras memenangkan Demokrat.

“Yah kita tentunya berharap target bawah kita paling tidak, sama lah seperti raihan 2014 lalu, tapi tentunya kami punya ikhtiar lebih agar bisa meraih suara sampai dengan 15 persen” ungkap AHY.

Meskipun, ia mengakui banyak tantangan berat yang harus dihadapi Partai Demokrat untuk meraih suara itu dengan sistem pemilu serentak antara pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Ia pun mengulang sambutan Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa sistem Pemilu saat ini hanya menguntungkan PDIP dan Partai Gerindra.

“Makanya saya bilang, kami tetap pada fokus untuk bisa menyukseskan para caleg di dapil. Kami sudah punya datanya, dapil-dapil potensial yang bisa kita terus tingkatkan suaranya,” ungkap calon gubernur Pilkada DKI 2017 lalu itu.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut PDIP dan Partai Gerindra sebagai partai yang paling diuntungkan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Sebab, SBY menilai kedua partai itu memiliki calon presiden yang berasal dari kader partai tersebut. Menurutnya, itu konsekuensi dari Pemilu 2019 yang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden berlangsung serentak.

“Survei membuktikan saat ini membuktikan bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDI-P dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra,” ujar SBY saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (10/11).

Menurutnya, suara PDIP dan Partai Gerindra dapat meningkat tajam di Pemilu 2019 dengan adanya capres dari kadernya sendiri. Sebaliknya, partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya akan menurun di Pemilu 2019.

Meskipun Partai Demokrat tergabung dalam koalisi mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak kemudian membuat partainya memiliki keuntungan suara. Hal itu diungkapkan presiden keenam RI itu juga sebagai tantangan berat pertama yang dihadapi Partai Demokrat di Pemilu 2019.

“Sebaliknya partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya menurun. Anjlok, itu realitas,” ujar SBY

Republika

Warta Terbaru

To Top