Nasional

Satlantas Pati Tindak 3.620 Pelanggar

Satlantas Pati Tindak 3.620 Pelanggar

Sumedang Media, PATI — Satuan Lalu Lintas Polres Pati sudah menindak 3.620 pelanggar lalu lintas melalui Operasi Zebra, hingga Jumat (9/11). Kepala Satlantas Pati Ajun Komisaris Ikrar Potawari menuturkan, jumlah kendaraan yang diberi surat tilang didominasi kendaraan roda dua.

“Sampai 10 hari Operasi Zebra sejak 28 Oktober kemarin, motor 2736, sisanya 884 jenis kendaraan roda empat,” tutur Ikrar ditemui , di kantornya, Jumat (9/11).

Ikrar menambahkan, jenis pelanggaran motor paling banyak belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) karena didominasi pelanggar dari kalangan pelajar. Pelajar yang terjaring dalam Operasi Zebra tercatat sebanyak 645 pelanggar. 

Selain pelanggar di bawah umur, giat yang dilakukan Satlantas Pati hingga Senin (12/11) esok ini juga banyak menindak pelanggar karena tidak mengenakan helm. Jumlah ini cukup tinggi karena berada di urutan kedua dengan jumlah 570 pelanggar. Namun, Operas Zebra tahun ini belum menjaring pelanggar jenis pengemudi mabuk.

Tahun lalu, kata Ikrar, ada satu pelanggar yang mengemudi karena sedang mabuk. Namun, giat Satlantas Pati kali ini dinilai lebih berhasil karena mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tahun lalu, jumlah angka kecelakaan lalu lintas (laka) sebanyak 17 kejadian. “Tahun ini hanya dua, itu motor semua,” ungkapnya. 

Ikrar menambahkan, Operasi Zebra digelar serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari persiapan gelar Operasi Lilin pada akhir tahun nanti. Di Kabupaten Pati sendiri, ada lima titik rawan kecelakaan. Lima titik ini menjadi wilayah yang terus dipantau Polres Pati. Antara lain, Pati Kota, Margorejo (jalan Pati-Kudus), Pati Utara (jalan Pati-Tayu) dan daerah Batangan. 

Menurut Ikrar, selama Operasi Zebra pihaknya juga sudah menggelar penyuluhan tentang tertib berlalu lintas di titik-titik keramaian. Sebanyak 217 kegiatan penyuluhan sudah dilakukan hingga tiga hari jelang Operasi Zebra ditutup tahun ini. Sebab, operasi lalu lintas ini untuk menyadarkan pengendara soal tertib berlalu lintas. Meskipun, 80 persen dilakukan penindakan berupa tilang. Tujuan utamanya mengurai angka kecelakaan lalu lintas. 

“Kalau penindakan banyak, tetapi laka tetap tinggi berarti operasi tidak berhasil,” tegasnya. 

Republika

Warta Terbaru

To Top