Nasional

Lepas dari Genggaman Sang Ibu, Erikawati Jatuh dari Viaduk

Lepas dari Genggaman Sang Ibu, Erikawati Jatuh dari Viaduk

Sumedang Media, SURABAYA — Erikawati, bocah perempuan berusia sembilan tahun, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi pementasan drama kolosal “Surabaya Membara” di Surabaya, Jumat (9/11) malam. Ia terjatuh dari atas viaduk setelah terlepas dari genggaman ibunya.

Insiden Drama Kolosal di Surabaya, Polda Jatim: Tiga Tewas Polisi Olah TKP Insiden Drama KAI: Masinis Sudah Beri Peringatan, Pelankan Laju Kereta

Sahluki, ayah korban, tak henti melantunkan kalimat tauhid tatkala melihat putrinya yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar itu, dipindahkan dari kamar jenazah RSUD Dr Soetomo Surabaya ke mobil ambulans. Sabtu dini hari, jenazah Erikawati dibawa pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Kalimas Baru Surabaya.

“Sebelum kereta api melintas, putri saya berada dalam genggaman ibunya,” ucapnya kepada wartawan sebelum membawa pulang jenazah putrinya di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Sabtu dini hari.

Sahluki mengenang banyaknya penonton yang menyaksikan drama kolosal “Surabaya Membara” dari atas viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya. Penonton kemudian panik karena melihat datangnya kereta api. Semua berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing.

“Di tengah kerumunan orang yang panik, putri saya terlepas dari genggaman ibunya,” tuturnya.

photo

Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk disaat menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya sebanyak 10 korban luka-luka dan tiga meninggal dunia akibat tertabrak kereta api yang melintas di viaduk.

Republika

Warta Terbaru

To Top