Nasional

Insiden Drama Kolosal di Surabaya, Polda Jatim: Tiga Tewas

Insiden Drama Kolosal di Surabaya, Polda Jatim: Tiga Tewas

Sumedang Media, JAKARTA — Terjadi insiden saat peringatan Hari Pahlawan di Surabaya pada Jumat (9/11). Kejadian itu bahkan menimbulkan tiga korban meninggal dunia.

Kejadian berawal disaat banyak masyarakat yang menonton drama kolosal bertema ‘Gubernur Suryo’. Dikarenakan penuh, beberapa penonton kemudian memilih menonton dari jembatan kereta api.

Hanya saja tiba-tiba Kereta Api KRD rute Sidoarjo-Bojonegoro lewat. Beberapa penonton lalu jatuh dari jembatan diiringi teriakan histeris warga.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan sementara terdapat 14 korban. “11 luka dan tiga meninggal,” ungkapnya saat dihubungi Jumat malam, (9/11).

Beberapa korban luka, kata dia, di antaranya Ahmad Komaruddin (17), Rakhmat Atung (16), Rozak Alepratama (17), serta Yunus Sofa (53). Frans mengungkapkan, para korban telah dibawa ke rumah sakit.

“Mereka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pertamina, RS Soetomo, juga RS Suwandi,” tutur Frans. Sebagai informasi, drama kolosal peringatan Hari Pahlawan itu digelar di depan Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat, (9/11).

Aparat kepolisian dari jajaran Polrestabes Surabaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab jatuhnya penonton drama kolosal ‘Surabaya Membara’ dari viaduk di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11) malam.

“Kami baru selesai melakukan olah TKP di rel atas ini, di mana telah terjadi laka lereta api yang diperkirakan dua orang meninggal dunia, enam orang luka-luka karena terjatuh” ungkap Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan di lokasi kejadian.

Jika dilihat dari kondisinya, kata Rudi jembatan ini seharusnya tidak ada penonton sehingga tidak ada korban disaat kereta api melintas. “Saat kejadian itu ada kereta barang yang berjalan dari timur ke barat. Kita lagi cek kereta apa. Siapa masinisnya. Tapi korban yang meninggal itu satu perempuan dan satu laki laki,” ungkapnya.

Republika

Warta Terbaru

To Top