Nasional

Kenapa Air Rebusan Pembalut Bikin Candu? Ini Kata BNN

Kenapa Air Rebusan Pembalut Bikin Candu? Ini Kata BNN

Sumedang Media, JAKARTA — Masyarakat Indonesia dihebohkan oleh perilaku sekelompok orang yang meminum air rebusan pembalut. Aksi ini dilakukan untuk mendapatkan sensasi bak usai menyalahgunakan zat psikotropika.

KPAI Prihatin Pembalut Wanita Dijadikan Alat untuk Mabuk Polres Kudus Antisipasi Pecandu Air Rebusan Pembalut Wanita Dorongan Ekonomi Buat Remaja Mabuk dengan Rebusan Pembalut

Ahli kimia farmasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Drs Mufti Djusnir, MSi, Apt, kepada Antara melalui sambungan telepon, Jumat (9/11), menyebutkan terdapat dua zat yang terkandung dalam pembalut yakni zat penyerap air dan antiseptik atau yang juga bersifat antimikroba.

yang diperuntukan untuk pemakaian di bagian luar tubuh berbahaya jika sampai terminum. Efek yang muncul saat seseorang meminum cairan mengandung ialah keracunan.

” memang tergolong antiseptik, antimikroba tetapi berisiko. Kalau sampai diminum bahaya. Saat penyerapan oleh tubuh, kalau memang ia zatnya beracun, biasanya ada reaksi tubuh yang spontan. Tubuh punya semacam alarm, kalau ada yang aneh-aneh, tubuh akan mengeluarkan,” ujar Mufti.

Salah satu reaksi keracunan yang seringkali muncul ialah pusing. Menurut Mufti, reaksi ini yang mungkin para peminum air rebusan pembalut sebagai sensasi .

“Reaksi zat yang terkandung dalam pembalut itu menyebabkan penyalaguna menjadi pusing, yang ia anggap . Padahal pusing karena keracunan. Tetapi kami belum memastikan apakah semua pembalut mengandung ” ungkap dia.

Mufti menuturkan, ketimbang memikirkan resiko kesehatan yang terjadi, para penyalahguna lebih mementingkan sugesti yang terpuaskan. “Para penyalahguna dan pecandu itu hanya sugesti yang dicari. Karena sudah kehabisan barang, tidak mampu beli lagi, ia coba-coba lah, yang penting bisa ada sensasinya. Saya pikir (air rebusan pembalut) , pusing. ia kira enak,” ucapnya.

Sebelumnya, BNN menemukan kasus remaja mabuk rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah tanah air, yakni di Jawa Tengah,  Jawa Barat dan DKI Jakarta. Perilaku ini para remaja anggap sebagai alternatif untuk .

Republika

Warta Terbaru

To Top