Nasional

Pemkot: Drama Kolosal ‘Surabaya Membara’ Tanpa Izin

Pemkot: Drama Kolosal 'Surabaya Membara' Tanpa Izin

Sumedang Media, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya menyatakan drama kolosal “Surabaya Membara” yang digelar di Jalan Pahlawan, Jumat (9/11) malam, digelar tanpa izin dan koordinasi panitia dengan pemkot. Acara itu memakan korban tiga orang meninggal dan belasan orang luka-luka.

“Mereka tidak minta bantuan kami. Kami tidak tahu izinnya dari mana. Jadi tidak bisa menyalahkan pemkot” ungkap Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser di Surabaya.

Polisi Olah TKP Insiden Drama Polisi Selidiki Kelalaian Panitia Dua Orang Tewas Saat Pertunjukan Drama

Menurut dia, semestinya panitia ‘Surabaya Membara’ melibatkan Pemkot Surabaya untuk rapat kordinasi mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya ikut membantu evakuasi para korban yang terluka untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. “Ada 10 ambulans yang kami kerahkan untuk mengevakusi korban ke RSUD Shoewandhi,” ucapnya.

Disamping itu, lanjut dia, pihaknya saat ini masih melakukan proses pendataan para korban meninggal dan terluka agar bisa dihubungkan dengan pihak keluarga. “Kami mengimbau kepada pihak keluarga untuk mengecek ke RSUD Soewandhie, RSUD Soetomo dan PHC,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan melakukan kunjungan ke rumah sakit terdekat, Fikser mengatakan pihaknya belum mengetahuinya. Risma baru saja mendarat di Bandara Juanda sehabis kunjungan kerja ke luar negeri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan acara ‘Surabaya Membara’ merupakan kegiatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sehingga pemkot hanya sebatas membantu melakukan evakuasi. “Tidak ada permintaan pengamanan dan kesehatan dari Pemkot Surabaya. Dari kami tidak ikut terlibat,” ucapnya.

Menurut dia, kejadian itu berawal dari penonton yang melihat ‘Surabaya Membara’ dari atas viaduk yang juga merupakan jalur rel kereta api. disaat kereta api melewati viaduk itu belasan orang terjatuh.

Data sementara yang dihimpun atas kejadian itu yakni dua orang meninggal. Sebanyak 10 orang dilarikan ke RSUD Soewandhie, lima orang dilarikan ke RSUD Soetomo dan satu orang dilarikan ke RS PHC.

Republika

Warta Terbaru

To Top