Nasional

Pengamat: Jika Kader Terpecah, PBB Semakin Merosot

Pengamat: Jika Kader Terpecah, PBB Semakin Merosot

Sumedang Media, JAKARTA — Pengamat Politik Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai adanya kemungkinan perbedaan pilihan pada kader PBB untuk Pilpres 2019 nanti. Jika perbedaan itu sampai menimbulkan perpecahan pada struktur di PBB, hal itu malah akan menimbulkan kerugian bagi PBB.

“Sekarang ada gunanya, justru kalau pecah belah akan membuat partainya semakin merosot dalam konteks menghadapi Pileg 2019 nanti” ungkap Ray, Jumat (9/11).

Sementara itu, jika dilihat dari dukungan politik bukan dari kerja profesional Yusril, Ray mengatakan ada dua kemungkinan yang menyebabkan Yusril memilih jadi pengacara Jokowi-Ma’ruf.

“Pertama, koalisi di kubu Prabowo seperti mengabaikan keberadaan partai politik seperti PBB, seperti dianggap sebagai partai, maka Yusril merasa tidak pas kalau mereka bergabung dengan kubu Prabowo” ungkap dia.

Disamping itu, Ray menilai masuknya Yusril ke kubu Paslon nomor urut 01, merupakan sebuah upaya untuk mempertahankan eksistensi partai.

“Dilihat dari survey kan jokowi akan menang, setidaknya PBB akan mendapat bagian dari struktur pemerintahan yang akan dikelola bersama Jokowi nanti,” tambah dia.

Menurut Ray, Yusril atau PBB akan mendapatkan keuntungan jika  bergabung dengan TKN-KIK dalam Pilpres 2019 nanti.

“Karna kalau melihat hasil survey, PBB nggak lolos (PT), setidaknya mereka masih bisa melakukan aktifitas melalui koalisi partai bersama Jokowi,” ujar dia.

 

 

Republika

Warta Terbaru

To Top