Nasional

B737 Max 8 Garuda Dipastikan Layak Terbang

B737 Max 8 Garuda Dipastikan Layak Terbang

Sumedang Media, JAKARTA — Garuda Indonesia memastikan pesawat B737 Max 8 yang saat ini dioperasikan layak terbang. Hasil itu menyusul pemeriksaaan khusus kelaikudaraan pesawat jenis itu beberapa waktu lalu.

Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/11), mengatakan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya keselamatan () dalam seluruh lini operasionalnya. Hal itu sejalan dengan nilai aspek keselamatan sebagai inti operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.

“Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia senantiasa mengacu dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator,” ucapnya

Pemeriksaan khusus itu telah dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) – Kementerian Perhubungan dan Garuda Indonesia pada 30 Oktober yang lalu sesuai dengan surat yang dikeluarkan Direktur KPPU. Pemeriksaan khusus itu meliputi indikasi “”, pelaksanaan “”, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan, dan juga kelengkapan peralatan untuk melakukan “” pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

Setelah memeriksa dan menganalisa hasil pemeriksaan tersebut, DKPPU dalam pernyataan yang telah disampaikan kepada publik menyimpulkan bahwa inspeksi rutin terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia itu telah melalui proses “” sesuai jadwal, komponen terpasang tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis pada fitur mesin pesawat.

“Disamping itu, sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek keselamatan pada pengoperasian satu armada B737 Max 8 yang kami operasikan tersebut, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat dengan melakukan ” manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang telah di- lebih lanjut oleh Boeing,” jelas Wayan.

Manual itu mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi “” pada fitur “” pesawat. “Buletin itu juga telah kami sampaikan ke seluruh lini ” dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami,” ucapnya.

Pada April lalu Garuda Indonesia telah melewati proses audit setiap dua tahunan dan telah memperbaharui sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) Certificate untuk ke-6 kalinya. Sejak tahun 2008 Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbangan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat tersebut.

Republika

Warta Terbaru

To Top