Nasional

Kapal Riset Baruna Jaya I Gunakan Alat Baru Cari CVR

Kapal Riset Baruna Jaya I Gunakan Alat Baru Cari CVR

Sumedang Media, JAKARTA — Kapal riset Baruna Jaya 1 menurunkan alat pendeteksi signal (CVR) yang merupakan bantuan Amerika. Hal itu dilakukan seiring melemahnya sinyal ping dari bagian pesawat Lion Air PK-LQP yakni yang belum juga ditemukan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Hammam Riza, menjelaskan alat itu bernama . Rilis akustik atau acoustic release ialah perangkat oseanografi untuk pencarian dan evakuasi instrumentasi dari dasar laut, di mana evakuasi dapat dipicu dari jarak jauh oleh sinyal perintah akustik.

Rilis khusus terdiri dari hidrofon atau radio dalam air, baterai dan lengan evakuasi untuk melepaskan jangkar menggunakan motor listrik torsi tinggi.

“Pencarian CVR pagi ini juga dibantu oleh diver atau penyelam yang dilengkapi dengan ping locator dari Basarnas. Namun sampai saat ini belum berhasil menemukan signal CVR tersebut, ” kata Hamam kepada , Jumat (9/11).

Menurut dia, hingga siang Tim SAR Lion Air KR Baruna Jaya 1 masih melakukan konfirmasi (pencarian) signal CVR yg tertangkap oleh ROV BJ1. Proses pencarian signal CVR juga sudah dilakukan dengan menurunkan rubberboat Kapal Baruna Jaya I.

“Semoga hari ini TIM SAR Baruna Jaya I mendapatkan hasil yang optimal” ungkap Hamam.

Sebelumnya, pada Senin (29/10) pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat usai beberapa menit lepas landas dari Jakarta. Pesawat Boeing 737 MAX 8 tergolong seri teranyar dan baru dioperasikan Lion pada 15 Agustus lalu. Ini merupakan pertama kecelakaan yang melibatkan pesawat semacam itu.

Pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada pukul 6.20 WIB. Pesawat tesebut menuju Bandara Udara Depati Amir, Pangkal Pinang. Pesawat itu hilang kontak sekira pukul 6.33 WIB tak lama setelah mengudara.

Diperkirakan seluruh penumpang berjumlah 189 orang di dalam pesawat tewas. Terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin.

Republika

Warta Terbaru

To Top