Nasional

Pengamat Politik: Kasus HRS Menguntungkan Jokowi-Ma’aruf

Pengamat Politik: Kasus HRS Menguntungkan Jokowi-Ma’aruf

Sumedang Media, JAKARTA – Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, kasus pemasangan bendera kalimat Tauhid di rumah kediaman Habib Rizieq Syihab di Arab Saudi beberapa waktu lalu secara tidak langsung menguntungkan pasangan calon capres-cawapres Joko Widodo-Kyai Ma’aruf Amin. Sebab, menurutnya, ruang gerak politik HRS akan semakin sempit akibat berurusan dengan polisi Arab Saudi.

“Dengan kasus terbaru yang menimpa HRS ini, bisa membuat ruang gerak politiknya semakin sempit dan memperburuk citranya,” kata Karyono dalam keterangan tertulisnya melalui pesan singkat kepada Republika, Kamis (8/11).

Dituding Terlibat Penangkapan HRS, Ini Jawaban BIN BPN Minta Pemerintah Ungkap Aktor di Balik Penangkapan HRS Kuasa Hukum Habib Rizieq Paparkan Kronologi Bendera Tauhid

Ia menyebutkan, sebelum kasus pemasangan bendera itu muncul, HRS kerap melontarkan pernyataan keras dan lantang dalam mengusung Syariat Islam. Hal ini seperti mengeluarkan pernyataan agar seluruh anggota FPI dan umat Islam memasang bendera bertuliskan kalimat Tauhid di rumah masing-masing. 

Pernyataan ini disampaikan HRS dalam merespons kasus pembakaran bendera yang diduga milik HTI oleh anggota Banser disaat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. “Karenanya, terlepas apakah bendera yang terpasang di rumahnya (HRS) dilakukan pihak lain atau tidak, hal itu tidak terlalu penting karena publik sudah menyimpan rekam jejak HRS di dalam memori secara kolektif. Rekam jejak sang Imam Besar FPI ini seolah menjadi pembenaran atas kasus pemasangan bendera mirip ISIS di rumahnya di Arab Saudi,” paparnya.

Situasi ini, menurut Karyono, akan membentuk citra negatif terhadap HRS dan para pengikutnya. Disamping itu, kasus yang sedang dialami HRS saat ini bisa berdampak negatif terhadap paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga jika masih memposisikan HRS sebagai tokoh utama (orang yang memikat hati pemilih) dalam Pilpres 2019.

“Kondisi itu justru membuat elektabilitas paslon nomor urut satu akan semakin menguat. Setidaknya pemilih yang masih ragu-ragu karena pengaruh isu agama bisa berpotensi semakin memantapkan dukungan ke paslon Jokowi-Ma’aruf,” tutup Karyono. 

Republika

Warta Terbaru

To Top