Nasional

Kegagalan Roehanna Koeddoes dan Profil Enam Pahlawan

Kegagalan Roehanna Koeddoes dan Profil Enam Pahlawan

Sumedang Media, PADANG — Wartawati pelopor koran perempuan pertama di Indonesia, Roehana Koeddoes, gagal menjadi pahlawan nasional meski telah memenuhi seluruh persyaratan dalam proses pengusulan dari daerah. Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh. 

Enam pahlawan tersebut, yakni alm Abdurahman Baswedan (DI Yogyakarta), alm Pangeran Muhammad Noor (Kalimantan Selatan), alm Agung Hajjah Andi Depu (Sulawesi Barat), alm Depati Amir (Bangka Belitung), alm Kasman Singodimejo (Jawa Tengah), dan alm KH Syamun (Banten). Penganugerahan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11).

“Kami sudah terima kabar. Roehana Koeddoes belum masuk enam tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden” ungkap Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, Abdul Gafar di Padang, Kamis.

Pada proses akhir, menurutnya, nama tokoh perempuan asal Sumbar itu masuk dalam 18 nama yang diajukan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial. Namun, nama Roehana bersama 12 nama lain tersisih dalam seleksi final untuk menentukan nama enam pahlawan nasional yang akan ditetapkan presiden.

Presiden menetapkan enam nama pahlawan nasional pada 2018 melalui SK Presiden Nomor 123/TK tahun 2018 tentang Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional. Penganugerahan itu dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2017.

Tiga bidang Abdurrahman Baswedan

Tokoh Almarhum Abdurrahman Bawesdan yang merupakan Kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan. Ia merupakan tokoh yang memperjuangkan integrasi keturunan Arab menjadi bangsa Indonesia.

Tokoh yang lahir 9 September 1908 di Surabaya dan besar di Yogyakarta ini terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan Abdurrahaman Bawesdan ini dilakukan melalui tiga bidang.

Pertama, dunia jurnalistik lewat tulisan-tulisannya di surat kabar. Kedua, kepartaian melalui Partai Arab Indonesia (PAI). Ketiga, menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

photo

Penganugerahan Pahlawan Nasional. Ahli Waris menerima ucapan selamat dari undangan usai upacara penganugerahan pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11).

Republika

Warta Terbaru

To Top