Nasional

Longsor Timbun Jalan Lintas di Aceh Singkil

Longsor Timbun Jalan Lintas di Aceh Singkil

Sumedang Media, BANDA ACEH — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, peristiwa longsor akibat hujan terus menerus membuat jalan lintas sebanyak tiga titik di wilayah Kabupaten Aceh Singkil tertimbun. Jalan itu pun tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

Baca Juga:

Korban Banjir di Aceh Singkil 3.442 Orang Polda: Banjir di Mandailing Natal, 11 Anak Meninggal Dunia Polisi Selidiki Keterlibatan Manusia Sebabkan Banjir Sumbar

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek, di Banda Aceh, Sabtu (13/10), mengatakan, sudah terdapat satu unit alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material, dan puing-puing longsor menutupi badan jalan lintas tersebut. “Hingga sore tadi dilaporkan, ekskavator atau beko milik Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah(Bapedalda)) Aceh Singkil sedang bekerja membuka timbunan longsor di ketiga jalan lintas itu,” ungkapnya.

Ruas pertama yang tertimbun longsor, yakni jalan lintas lipat kajang menuju Sibolga-Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tepatnya longsor terjadi di Gampong (Desa) Situbuh-tubuh, Kecamatan Danau Paris masih belum bisa dilewati.

Kedua, jalan penghubung tepatnya di Gampong Lae Sipola, Kecamatan Singkohor menuju Kota Subulussalam, Aceh, tidak bisa dilewati karena kondisi sebagian badan jalan retak. Terakhir di jalan lintas di Gampong Butar, Kecamatan Kota Baharu menuju wilayah transmigrasi, lebih tepatnya dikenal di trans 26 yang terputus akibat tertimbun longsor.

Peristiwa banjir di Aceh Singkil juga merendam ratusan rumah penduduk, dan berbagai fasilitas umum. Sedikitnya 3.442 jiwa atau 772 keluarga menjadi korban terdampak pada 17 gampong di delapan kecamatan setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, cuaca buruk melanda sebagian wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir, akibat terkena imbas dari siklon tropis atau badai situ. “Siklon tropis situ terjadi di Teluk Benggala, sehingga Aceh terkena dampaknya tiga atau empat hari ke depan” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.

Wilayah yang cukup rentan, seperti di Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya. Dapat meluas ke Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. 

 

Republika

Warta Terbaru

To Top