Nasional

MUI Minta Elite Politik Bangun Budaya Demokrasi Santun

MUI Minta Elite Politik Bangun Budaya Demokrasi Santun

Sumedang Media, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada para tokoh dan elite politik untuk membangun budaya politik dan demokrasi yang santun, dilandasi nilai luhur, akhlakul karimah dan berkeadaban. Tokoh dan elite politik juga diminta untuk berperilaku proposional dan tak berlebihan, baik dalam menyampaikan pendapat atau kritik, agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, kebebasan berekspresi, perbedaan pendapat dalam menyampaikan kritik ialah hak asasi setiap orang yang dilindungi oleh konstitusi. Namun dalam pelaksanaannya harus tetap mengindahkan nilai-nilai moral, etika dan agama.

“Sebesar apa pun perbedaan pendapat yang terjadi di ruang publik harus tetap dalam bingkai perbedaan yang sehat, konstruktif, dan argumentatif. Kritik yang dibangun harus dengan narasi yang baik, jujur dan elegan bukan dengan narasi yang sinis, sarkastik dan penuh kebencian. Sehingga tidak ada pihak yang merasa direndahkan dan dilecehkan,” ungkapnya, Sabtu (13/10).

Menurutnya, dalam menuntut seorang pejabat negara agar dicopot dari jabatannya dengan alasan tidak jujur, korupsi dan tidak layak tanpa didukung oleh alat bukti yang cukup, bukan saja akan menimbulkan kegaduhan, syak wasangka, dan suasana saling curiga. Tetapi hal itu juga merupakan bentuk pendidikan politik yang sangat buruk kepada masyarakat.

“Masyarakat akan meniru melakukan sesuatu seperti apa yang dilakukan oleh para tokoh idolanya,” ucapnya.

Menurutnya, di tengah pelaksanaan hajatan nasional bangsa Indonesia yaitu pemilu, baik pileg maupun pilpres, seharusnya berjalan dengan damai, rukun dan penuh persaudaraan, bisa berubah menjadi panas, penuh dengan fitnah, hoaks dan ujaran kebencian. Sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan friksi dan perpecahan bangsa yang semakin tajam.

“Kami mengimbau kepada semua pihak agar dapat menahan diri, lebih mendahulukan kepentingan keselamatan bangsa dari pada hanya sekedar mengejar kepentingan politik kekuasaan. Semoga masyarakat Indonesia diselamatkan dari bahaya perpecahan dan menjadi bangsa yang semakin arif dan dewasa dalam menyikapi perbedaan,” ungkapnya lagi.

Republika

Warta Terbaru

To Top