Nasional

Siloam Luncurkan Terapi Oksigen Hiperbarik Pertama di NTT

Siloam Luncurkan Terapi Oksigen Hiperbarik Pertama di NTT

Sumedang Media, MANGGARAI BARAT — Siloam Hospitals Labuan Bajo meluncurkan terapi oksigen hiperbarik pertama di Nusa Tenggara Timur. Peresmian Hyperbaric Oxygen Chamber ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk pariwisata NTT, khususnya Labuan Bajo yang didaulat sebagai salah satu destinasi prioritas pemerintah pusat.

Terapi hiperbarik merupakan pengobatan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi lebih dari 1 Atmosfer Absolut. Pada umumnya ditujukan untuk penyakit dekompresi yang biasa dialami oleh para penyelam.

“Kami mendukung keberadaan terapi hiperbarik oksigen pertama ini di NTT, alat ini hadir menyelamatkan warga masyarakat Manggarai Barat, dan pada umumnya para wisatawan yang menikmati keindahan alam bawah laut Labuan Bajo” ungkap Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula, saat peluncuran fasilitas terbaru Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo, Sabtu (13/10).

Labuan Bajo merupakan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Alam Manggarai Barat, kata dia, terkenal dengan lanskap alam dan panorama yang luar biasa, wisata bawah laut Labuan Bajo menarik minat banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Agustinus menambahkan, kehadiran terapi hiperbarik ini tentunya mendukung peningkatan turis di Labuan Bajo. 

“Dengan adanya fasilitas Hyperbaric Oxygen Chamber di Siloam Hospitals Labuan Bajo, harapan kami ialah para wisatawan, terutama penyuka diving, dapat memanfaatkan fasilitas ini. Tentunya merupakan hal yang telah nantikan sejak lama,” ujar Agustinus. 

Turut hadir dalam peluncuran terapi oksigen hiperbarik, Ahli Terapi Oksigen Hiperbarik Indonesia, Prof Dr Guritno Suryokusumo, yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI. Secara sederhana, kata dia, penyakit dekompresi ialah suatu kondisi medis disaat akumulasi gas nitrogen yang larut dalam tubuh setelah menyelam membentuk gelembung udara, sehingga menyumbat aliran darah dan sistem saraf. 

“Gejala-gejala penyakit dekompresi antara lain mulai dari sakit persendian, sakit kepala, mati rasa, gangguan pernapasan, bahkan hilang kesadaran yang bisa berujung pada kematian” ungkap Prof Guritno. 

Gejala penyakit dekompresi baru dapat membaik bila pasien mendapatkan terapi oksigen murni melalui terapi oksigen hiperbarik. Dalam ruang terapi oksigen hiperbarik, tekanan udara meningkat hingga tiga kali lebih tinggi dari tekanan udara normal. Pada kondisi ini, paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup dibandingkan dalam tekanan udara normal. Aliran darah akan membawa oksigen ke seluruh tubuh dan kemudian akan melawan bakteri dan merangsang pelepasan zat yang disebut sel induk.

Republika

Warta Terbaru

To Top