Nasional

Pembangunan Family Shelter Korban Gempa Lombok Dimulai

Sumedang Media, JAKARTA — Salah satu upaya tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mempercepat pemulihan korban gempa Lombok ialah dengan membangun kembali hunian yang layak. Selain berupa Integrated Community Shelter (ICS), ACT juga membangun .

Rumah hunian semipermanen ini dibangun di atas rumah milih warga yang terdampak korban gempa lombok. Kamis (13/9) lalu, 50 unit secara resmi dibangun di Dusun Sambik Jengkel Barat, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

“Kita sudah mulai melakukan pembangunan  di dekat rumah korban gempa. Ini sebagai upaya untuk memulihkan kembali kehidupan maayarakat di sini sehingga mampercepat pemulihan trauma pascagempa,” ujar Penanggungjawab Pembangunan Family Shelter Dede Abdul Rohman, Sabtu (15/9).

Dede menyebutkan pengerjaan akan dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas shelter tersebut. Ini sebagai ikhtiar agar masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Warga diharap tidak lagi tinggal di pengungsian beratapkan terpal dan beralas tikar tipis.

Pembangunan hunian semipermanen ini melibatkan masyarakat sekitar dan relawan yang sudah berpengalaman. Rencananya dalam beberapa hari saja hunian ini sudah bisa ditempati.

“Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama berada di dalam tenda. Karena itu bisa memperlambat proses pemulihan pascabencana,” lanjut Dede.

Bantuan hunian ini merupakan salah satu bentuk keseriusan ACT dalam merespon kebutuhan korban gempa Lombok. Dengan tagar #IndonesiaBersamaLombok, ACT bertekad untuk terus membantu korban gempa yang masih membutuhkan bantuan bahkan mencapai daerah-daerah pelosok yang belum terjamah bantuan.

Sebelumnya ACT pun telah memberikan bantuan berupa logistik dan kebutuhan pokok yang merupakan sumbangan dari para donatur. Dukungan medis termasuk psikososial atau  pun sudah diberikan untuk mengoptimalkan bantuan.

ACT juga membangun ICS di Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Sejumlah  sudah mulai ditempati masyarakat korban gempa. “ICS ini beda dengan . Kalau ICS berupa hunian terpadu yang terpusat di lapangan besar, kalau hunian semi permanen kita bangun di atas puing-puing rumah warga yang sudah dibersihkan,” ujar Dede.

Pembangunan hunian semi sementara diharapkan mampu mengembalikan semangat hidup korban gempa. Mengembalikan kehidupan mereka seperti sediakala tanpa harus kembali ke tenda pengungsian. 

 

 

Republika

Warta Terbaru

To Top