Nasional

Tyrender, Inovasi Canggih Buatan Mahasiswa UMM

Sumedang Media, MALANG — Di kehidupan sehari-hari, masyarakat tentu melihat bagaiman ban kendaraan, khususnya angkutan barang harus secara berkala diganti. Ban-ban kendaraan ini memang harus diganti karena lambat laun mengalami pengikisan akibat pemakaian.

“Kebanyakan usia ban angkutan barang hanya berkisar dua tahun, bahkan kurang. Padahal, harga masing-masing ban mencapai jutaan rupiah,” ujar Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Haryo Widya Darmawan melalui keterangan resmi yang diterima Sabtu (15/9).

Berangkat dari keprihatinan terhadap para supir dan pengusaha alat transportasi karena lekas terkikisnya ban kendaraan, Haryo menciptakan sebuah konsep inovasi canggih bernama Tyrender. Bahkan,alat ciptaannya ini berhasil melangkah ke Seoul Internastional Invention Fair (SIIF) di Seoul Korea Selatan pada 6 sampai 9 Desember 2018 mendatang. Acara ini merupakan kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan Korea Intellectual Property Organization (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA) bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

Haryo menuturkan, Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperature (akibat) gesekan pada permukaan ban. “Alat ini untuk menurunkan temperatur berlebih yang timbul akibat gesekan ban dengan permukaan jalan. Fungsi finalnya untuk memperpanjang usia pakai atau ban,” ungkapnya.

Mahasiswa semester tujuh itu menguraikan, terdapat beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan. Beberapa di antaranya karena permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima. Disamping itu, suhu atau temperatur yang meningkat akibat gesekan yang dialami ban, juga menjadi salah satu pemicu cepatnya ban menipis.

“Dan alat yang dudesain ini akan meminimalisir hal tersebut,” tambah dia.

Menurut Haryo, alatnya terdiri dari rangkaian tangki air, pompa dan Dengan didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis akan menyemprotkan air disaat temperatur ban melebihi batas. Sistem ini, kata dia, membuat usia pemakaian ban dapat lebih lama.

“Alat ini nanti akan dipasang di bawah atau dan tepat di atas ban. Saat temperatur ban mencapai suhu tertentu yang berlebih, akan menyemprotkan air dengan sistem hingga menyeluruh,” terang dia.

Setelah suhu kembali ke batas angka normal, maka alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. Sebagai perumpamaan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperature 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat. Kemudian saat melaju kencang menjadi 40 derajat, alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat.

“Secara otomatis, akan mati jika suhu sudah kembali,” tandasnya.

Menjadi salah satu perwakilan Indonesia pada ajang bergengsi yang diikuti 30 negara di dunia tersebut, Haryo mengaku saat ini sedang menyempurnakan rancangannya. Meski berkompetisi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang profesi dari seluruh dunia, Haryo tetap yakin dan optimistis.

“Ada berbagai macam kategori, beberapa diantaranya hingga Saya ikut Ini peserta kompetisinya tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga ada yang berasal dari tenaga profesional berbagai perusahaan ternama,” tandasnya.

Republika

Warta Terbaru

To Top