Nasional

Distribusi Bantuan Gempa Lombok Terkendala Kendaraan Kurang

Distribusi Bantuan Gempa Lombok Terkendala Kendaraan Kurang

Sumedang Media, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional menyatakan distribusi bantuan bagi para pengungsi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terkendala. Hal itu karena BNPB kekurangan kendaraan untuk menyalurkan logistik.

“Bantuan logistik terus didistribusikan kepada pengungsi. Bantuan, baik logistik maupun relawan terus berdatangan ke Lombok, yang menjadi persoalan ialah terbatasnya jumlah kendaraan untuk mengangkut penyaluran logistik” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulis, Ahad (12/8).

Berbagai upaya telah dilakukan guna mempercepat distribusi bantuan, yaitu mengerahkan relawan. Disamping itu, BNPB memobilisasi para lurah dan kepada desa untuk mendata dan mendistribusikan logistik kepada warganya yang mengungsi. Kendaraan operasional satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga digunakan untuk mendistribusikan bantuan.

Distribusi bantuan dari Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, dilakukan berdasarkan permintaan koordinator pengungsi atau masyarakat yang meminta bantuan melalui posko. “Kepala BNPB Willem Rampangilei telah menyampaikan kekurangan kendaraan untuk mendistribusikan bantuan kepada Menteri Perhubungan, dan akan dibantu menggunakan kendaraan Damri” ungkap Sutopo.

Sebanyak 300 unit tenda pengungsi dari BNPB ditambah berbagai pihak lain juga telah dibagikan. Namun belum semua pengungsi memperoleh tenda.

Dinas sosial kabupaten di Lombok juga telah mengeluarkan 100 ton beras. Dapur umum lapangan sudah didirikan oleh berbagai pihak dari TNI, Polri, Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga swadaya masyarakat dan relawan, antara lain di Kecamatan Tanjung, Bayan, dan Pemenang.

Satu dapur umum mampu melayani 500-1.500 konsumsi. Dapur umum yang sudah aktif ada 20 unit dengan kemampuan produksi 19.900 nasi bungkus per hari.

“Beras, sembako, dan kebutuhan dasar untuk pengungsi harus terus tersedia mengingat pengungsi diperkirakan masih akan lama di pengungsian,” ujar Sutopo.

Distribusi air bersih terus disalurkan menggunakan mobil tanki air. Tapi di lapangan muncul permasalahan, yaitu masih terbatasnya tendon, air bersih, MCK dan sanitasi. Listrik juga belum seluruhnya menyala.

Di Kecamatan Gangga, Lombok Utara, masih gelap gulita saat malam hari. Untuk mengatasi penerangan, sebanyak 200 unit genset sudah disalurkan yang berasal dari BNPB (100 unit) dan 100 unit bantuan dari swasta. Patroli terus ditingkatkan oleh Polri dan saat ini jumlah kriminalitas sudah turun 70 persen.

Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan intensitas kecil. Diperkirakan gempa susulan itu masih akan terjadi hingga 4 pekan ke depan. Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko mengatakan sampai 12 Agustus 2018 pukul 15.00 WITA tercatat sebanyak 576 gempa susulan.

Baca: BNPB Sebut 606 Sekolah Rusak Akibat Gempa Lombok

Republika

Warta Terbaru

To Top