Nasional

Sambut HUT RI Ke-73, Warga Wonocatur Gelar Karvanal

Sumedang Media,  BANTUL–Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 73, warga RT 10 RW 25, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar acara karnaval. Tema yang diusung dalam karnaval itu yaitu Persatuan Indonesia.

Ketua RT 10 Suharjo mengungkapkan, karnaval diadakan dengan tujuan untuk mempererat rasa persatuan antar sesama masyarakat. Dalam karnaval tersebut, tidak hanya warga RT 10 saja yang dilibatkan, namun warga yang berasal dari luar daerah pun juga diikutsertakan dalam mempersiapkan maupun memeriahkan acara.

“Temanya yakni Persatuan Indonesia. Di sini ada beberapa macam suku kita libatkan, ada NTT, Sulawesi, Papua ada juga Kalimantan, dan Sumatra. Ketemu semua ada perbauran. Itu kebanyakan anak-anak kos, mereka membaur” ungkap Suharjo, saat ditemui di acara karnaval, Ahad (12/8).

Acara itu telah digelar sejak 2016, dan acara kali ini merupakan yang ketiga kalinya digelar. Ratusan warga yang mengikuti karnaval tersebut.

Antusiasme warga pun terlihat saat mengikuti acara karnaval dalam menyambut HUT RI ke 73 tersebut. Berbagai atribut karnaval yang ditonjolkan oleh warga. Mulai dari sepeda yang dihias dengan warna merah putih khas 17-an, hingga seragam tentara, pakaian adat Jawa, polisi, dan burung Garuda.

Bahkan, ada replika tandu Jenderal Soedirman yang diarak oleh warga selama karnaval. “Antusias warga luar biasa. Semua datang, hadir. Ada warga lain datang. Anak kos juga banyak luar daerah yang datang. Pernak-perniknya warga sendiri yang hias, dihias juga sama anak-anak,” tambahnya.

Ketua panitia karnaval, Dika Fajariyanto mengungkapkan, persiapan acara dilakukan selama dua pekan sebelum acara digelar. Ada tiga maskot yang menjadi ciri khas dalam karnaval tersebut, di antaranya tandu Jenderal Soedirman, replika burung Garuda, dan ondel-ondel Jawa. Atribut yang digunakan dalam memeriahkan acara itu dibuat dari barang-barang bekas.

“Ada tandu Jenderal Soedirman, ada replika burung dua. Ada ondel-ondel Jawa. Ada senapan juga bagi pengawal tandu Jenderal Soedirman. Senalannya kita dari barang-barang bekas. Barang-barangnya ada dari pipa, kaleng, ada dari kayu,” ucapnya.

Dana untuk menggelar acara tersebut, ia menambahkan, merupakan swadaya dari seluruh warga RT 10. Bahkan, ada bantuan dari warga lainnya yang juga ingin berpartisipasi dalam acara tersebut.

Selama karnaval berlangsung, warga mengelilingi Desa Wonocatur dengan membawa atribut yang telah disiapkan sebelumnya. Mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua ikut berkeliling.

“Rutenya kita keliling, mengelilingi Desa Wonocatur. Kita ada tiga maskot, burung, tandunya Jenderal soedirman. Nanti jenderal dikelilingi pasukan tentara dengan pistol mainan,” ucapnya.

Salah satu ‘creator’ yang membuat atribut karnaval, Dalijo mengaku membutuhkan waktu selama dua pekan untuk membuat atribut tersebut, termasuk tandu yang membawa Jenderal Soedirman dan burung Garuda. Ia pun dibantu oleh anak muda di Wonocatur untuk membuat atribut yang diperlukan.

“Ceritanya ini kita memandu, mengamankan Jenderal Soedirman. Yang jaga itu pakai senapan, mirip senjata asli. Ada juga pernak-pernik dari baju-baju bekas, kain-kain bekas, payung bekas. Bulunya (burung Garuda) dari payung bekas,” ucapnya.

Ngadina (62), salah satu warga yang ikut meramaikan karnaval itu terlihat bersemangat. Ia mengikuti karnaval dengan mengenakan kebaya bersama anaknya.

“Saya pake kebaya, ikut karnaval buat ngeramein acara. kita mau menyambut HUT RI,” ungkapnya.

Tak hanya Ngadina, Ari (42) yang merupakan warga RT 1 RW 23 juga tak mau ketinggalan. Ia ikut berpartisipasi dengan membantu warga RT 10 RW 25 untuk menyiapkan acara.

“Hari ini yang ikut rame, dari tahun ke tahun tambah rame. Semua masyarakat ingin berpartisipasi. Terutama anak-anak dan orang tua, juga ikut meramaikan,” ucapnya.

Republika

Warta Terbaru

To Top