Nasional

Peneliti LIPI Berharap Kiai Ma’ruf Bisa Ikuti Ritme Jokowi

Peneliti LIPI Berharap Kiai Ma'ruf Bisa Ikuti Ritme Jokowi

Sumedang Media, JAKARTA — Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berharap calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin bisa mengikuti cara kerja Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai wakil presiden mendatang. Ia menilai Jokowi membutuhkan cawapres yang visioner.

“Semoga KH Ma’ruf Amin bisa mengikuti irama kerja Jokowi,” kata ia kepada , Sabtu (11/8).

Selain mengikuti irama kerja Jokowi, menurut dia, Kia Ma’ruf juga harus mengikuti komitmen keberagaman yang selama ini disuarakan Jokowi saat menjabat sebagai Presiden RI periode 2014-2019.

Baca juga, Kiai Ma’ruf Prioritaskan Kebangkitan Ekonomi Umat.

Dalam akun pribadinya, Syamsuddin sempat mengaku sedih dan kecewa atas pilihan Jokowi jatuh pada KH Ma’ruf mendampinginya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu bukan lantaran ia tak menghormati KH Ma’ruf. Menurut dia, tidak tepat membebani KH Ma’ruf dengan jabatan cawapres di usia senja. “Kita menghormati KH Ma’ruf Amin sebagai ulama berintegritas,” ujar dia.

Menurut Syamsuddin, Jokowi butuh figur cawapres yang visioner, tegas, bernyali, dan berani. Ia merujuk kriteria itu sesuai dengan karakter Mahfud MD.

Sebelumnyam calon wakil presiden pendamping Joko Widodo, KH Ma’ruf Amin, memprioritaskan lima hal untuk periode 2019-2024. Kelima prioritas itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat berkunjung ke gedung PBNU, Jakarta. “Mudah-mudahan kami bisa dipilih dan bisa bangun negara lebih kuat,” ungkapnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, aspek pertama ialah menjaga keutuhan bangsa. Sebab, kalau bangsa tidak bersatu, pembangunan tidak mungkin dilakukan. Poin kedua ialah menjaga persaudaraan antara sesama umat Islam dan sesama warga bangsa.

Aspek ketiga, lanjut Kiai Ma’ruf, terkait ekonomi. Ekonomi yang hendak dibangun ialah ekonomi keumatan. Menurut dia, selama ini pembangunan ekonomi di Indonesia harus dimulai dari bawah.

“Sehingga dinamakan arus baru ekonomi umat. Sementara, selama ini yang terjadi ialah arus ekonomi para konglomerat yang tidak pernah menetes kepada umat” ungkap Kiai Ma’ruf. Kemudian poin keempat dan kelima ialah karakter bangsa dan penegakan hukum.

Republika

Warta Terbaru

To Top